Pengalaman 88 Jam di Atas Kapal Laut Dorolonda dari Ambon ke Surabaya

Reporter

Kapal Dorolonda. maritimeoptime.com

TEMPO.CO, JakartaKapal laut Dorolonda melaju perlahan meninggalkan pelabuhan Yos Sudarso Ambon. Dorolonda bergerak dengan kecepatan 30 km per jam menuju Pelabuhan Laut Namlea. Sekitar empat ribu orang melakukan perjalanan dengan kapal ini.

Perjalan pertama kali saya dengan kapal laut dimulai dengan bising pedagang menjajakan barang dagangannya di dalam kapal. Mulai dari bantal, makanan ringan hingga berat, minyak kayu putih, kopi. Ada juga orang-orang yang sibuk berdesakan mencari nomor tempat tidur sesuai tiket dan buruh angkut barang yang membawa koper dan kardus di pundak.

Belum arus mudik saat itu, tetapi penumpang kapal Dorolonda yang berangkat 15 April 2022 lumayan sibuk dipadati orang-orang. Geladak kapal 4 nomor 4343 menjadi tempat istirahat saya selama 4 hari perjalanan di atas laut. Di depan saya ada empat orang pria berasal dari Palu dan Sulawesi menyapa kedatangan saya, mereka adalah penumpang lama. Empat pria itu berbicara dengan logat Sulawesi yang kental—entah apa yang dibicarakan. Tujuan mereka adalah pelabuhan Namlea, mereka penambang yang mencari peruntungan di Gunung Botak.

Dua tempat tidur di kanan saya ditempati sebuah keluarga seorang perempuan, ibu dan dua anaknya. Yang paling kecil berumur tujuh bulan, dia mudah tersenyum namanya Gina. Saya sering mengajaknya bermain atau sekadar menggodanya. Sedangkan Fahri adalah kakak dari Gina, dia duduk di bangku salah satu Sekolah Dasar di Seram. Saya suka membagi jajanan ringan dengan Fahri.

Sedangkan di kiri saya ada mas-mas dari Ternate—sebut saja Darman—hendak pulang kampung ke Solo. Saya cepat akrab dengan dia, mungkin karena tujuan perjalanan kami sama yaitu Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Darman adalah orang asli Solo yang merantau ke Ternate untuk berdagang ia hendak pulang menengok keluarganya.

Siang itu, setelah kapal menyalakan mesin dan berangkat. Iwan—salah satu dari empat orang penambang—nyeletuk "Yola jangan kaget kalau nanti ada dua orang yang sembunyi di bawah (bawah tempat tidur)," kata dia sambil tersenyum. Saya mengerutkan dahi masih belum paham. "Kita ini bukan tidak ada uang, tapi pemerintah mempersulit masyarakat kecil dengan peraturan vaksin" kata dia.

Kemudian saya paham, bahwa Iwan adalah penumpang ilegal di kapal. Benar, tak lama setelah pengumuman pemeriksaan tiket Iwan dan satu rekannya langsung masuk ke bawah ranjang yang sebenarnya digunakan untuk penyimpanan barang. Aksi sembunyi mereka memantik tawa kami.

Di tengah perjalanan, karena bosan saya naik ke dek paling atas. Saat keluar saya bertemu seorang laki-laki—Juan—yang berangkat dari Ternate. Ia hendak pulang ke Indramayu, Jawa Barat, sama seperti Darman Juan juga perantau yang bekerja di tambang nikel. Ketika itu kapal melewati deretan gunung hijau yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Lantas saya bertanya apa nama daratan itu, kata Juan itu Pulau Buru. Saya teringat cerita Iwan ketika ia pernah menambang di pulau tersebut.






Dua Ruas Tol Ini serta 8 Tol Fungsional Siap Dukung Lalu Lintas Nataru

1 hari lalu

Dua Ruas Tol Ini serta 8 Tol Fungsional Siap Dukung Lalu Lintas Nataru

Kementerian PUPR memastikan kesiapan infrastruktur jalan dan jembatan dengan kondisi mantap.


Buru Ketua Gangster Surabaya, Wali Kota Eri Cahyadi: Kita Bentuk Karakternya

3 hari lalu

Buru Ketua Gangster Surabaya, Wali Kota Eri Cahyadi: Kita Bentuk Karakternya

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengajak seluruh warga untuk bergerak bersama memberantas aksi tawuran dan gangster yang belakangan ini marak.


Marak Aksi Gangster Remaja di Surabaya, Wali Kota Pimpin Operasi Skala Besar

3 hari lalu

Marak Aksi Gangster Remaja di Surabaya, Wali Kota Pimpin Operasi Skala Besar

Operasi gabungan tersebut bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya aksi tawuran dan gangster yang beberapa hari ini meresahkan warga Surabaya.


Radio Braille Surabaya Resmi Diluncurkan, Media Inklusif Pertama dari Guru Tunanetra di Surabaya

4 hari lalu

Radio Braille Surabaya Resmi Diluncurkan, Media Inklusif Pertama dari Guru Tunanetra di Surabaya

Radio Braille Surabaya diinisiasi oleh para guru yang mengabdi di Yayasan Pendidikan Anak Buta yang aktif di Lembaga Pemberdayaan Tunanetra.


Benteng Victoria di Kota Ambon, Tempat Pahlawan Pattimura Dihukum Gantung Belanda

4 hari lalu

Benteng Victoria di Kota Ambon, Tempat Pahlawan Pattimura Dihukum Gantung Belanda

Benteng Victoria terletak di Desa Uritetu, Sirimau, Ambon. Belanda gunakan benteng ini sebagai pusat pemerintahan. Pattimura dihukum gantung di sini.


Honda BR-V Pop Park Hadir di Surabaya, Bisa Raih Pertamax Rp 2,2 Juta

17 hari lalu

Honda BR-V Pop Park Hadir di Surabaya, Bisa Raih Pertamax Rp 2,2 Juta

PT Honda Prospect Motor (HPM) menghadirkan acara permainan Honda BR-V Pop Park di Surabaya pada 19-20 November 2022.


Roy Jeconiah Tak Gabung Boomerang Reload, Begini Kariernya di Dunia Musik dan Politik

21 hari lalu

Roy Jeconiah Tak Gabung Boomerang Reload, Begini Kariernya di Dunia Musik dan Politik

Roy Jeconiah merupakan vokalis yang punya ciri khas tersendiri. Ia keluar dari Boomerang pada tahun 2010 dan memiliki beberapa proyek lainnya di dunia musik.


Reuni Kembali, Begini Perjalanan Band Boomerang Hingga Saat Ini

21 hari lalu

Reuni Kembali, Begini Perjalanan Band Boomerang Hingga Saat Ini

Boomerang yang berdiri sejak 1991 sudah sempat vakum beberapa kali. Dalam perjalanannya mereka, telah berganti formasi beberapa kali. Ini ceritanya


Patroli Polisi Surabaya Pakai Motor Listrik Berkecepatan 80 Km/Jam

22 hari lalu

Patroli Polisi Surabaya Pakai Motor Listrik Berkecepatan 80 Km/Jam

Sebanyak 20 motor listrik tersebut hibah dari sejumlah pengusaha yang peduli sebagai wakil masyarakat Surabaya.


Ratusan PKL di Sekitar Masjid Al Akbar Surabaya Direlokasi ke Pasar Rakyat Jambangan

24 hari lalu

Ratusan PKL di Sekitar Masjid Al Akbar Surabaya Direlokasi ke Pasar Rakyat Jambangan

Ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di sekitar Masjid Al Akbar Kota Surabaya, Jawa Timur, telah direlokasi ke Pasar Jambangan