Cara Sultan Yogyakarta Tekan Kasus Klitih, Tak Cuma Lewat Jalur Hukum

Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mendampingi Presiden Joko Widodo bertolak ke IKN dari Lanud Adisutjipto Yogyakarta pada Minggu, 13 Maret 2022. Dok. Biro Setpres

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X menilai fenomena kejahatan jalanan Yogya oleh remaja atau akrab disebut klitih tak cukup hanya ditangani lewat kacamata hukum.

Para pelaku yang umumnya masih berusia belasan tahun dan berstatus pelajar itu, menurut Raja Keraton Yogyakarta itu, perlu mendapat penanganan berkelanjutan pasca menjalani hukuman agar tak terjerumus makin dalam. "Kami sedang susun kembali program untuk rehabilitasi (pelajar bermasalah) yang dipusatkan di Pundong Bantul," kata Sultan HB X usai membahas tentang kebijakan perlindungan anak di Yogyakarta, Selasa, 12 April 2022.

Di kawasan Pundong sendiri terdapat sebuah lokasi cukup luas yang sebagian areanya sudah digunakan sebagai Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas (BRTPD). Kawasan Pundong merupakan area yang tak terlalu jauh dari pesisir pantai selatan Yogyakarta.

Sultan menuturkan di lokasi ini rencananya akan dijadikan sebagai pusat rehabilitasi para pelajar yang tersangkut persoalan hukum dan orang tuanya sudah kewalahan atau tak mau menerima lagi. "Setelah dikeluarkan dari sekolah (karena menjalani hukuman), kalau terus mengaggur angka kriminalitasnya bisa semakin tinggi," kata dia.

Sultan khawatir para remaja yang putus sekolah akibat menjalani hukuman akan memiliki potensi lebih besar terlibat lagi dalam tindak kejahatan lain. Misalnya bergabung geng demi mengisi waktu luangnya. 

"Daripada potensi kejahatan makin tinggi, lebih baik anak anak ini dititipkan ke pusat rehabilitasi untuk menjalani training," kata Sultan.

Hanya saja sebelum masuk rehabilitasi ini, Sultan mengatakan para remaja yang menjalani hukuman akibat kejahatannya itu diberi tawaran dulu. Terlebih jika usianya masih memungkinkan lanjut sekolah.

"Ditanya dulu, mau tidak kembali ke sekolah ? Tapi syaratnya harus ikut tinggal dan berpendidikan dulu di pusat rehabilitasi itu," kata Sultan.

Menurut Sultan, sebagian remaja yang pernah melakukan tindak kriminal jalanan itu berasal dari lingkungan tak mendukung pembentukan mentalnya. Misalnya karena keluarga yang tidak harmonis. 

Ia pun meminta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) melakukan pendampingan demi rehabilitasi mental remaja yang terlibat kejahatan, yakni Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY dan Dinas Sosial (Dinsos) DIY. "Kamu juga mulai melakukan pendampingan dan pengawasan bagi orang tua yang punya masalah dengan anaknya," kata Sultan.

Sekretaris Daerah DI Yogyakarta Kadarmanta Baskara Aji mengatakan tempat rehabilitasi remaja bermasalah dekat pesisir itu lingkupnya sebagai tempat pendidikan dan pelatihan. "Jadi setelah pelaku remaja menjalani hukuman, mereka dititipkan ke sana menjalani training seperti sekolah biasa dan kurikulum sekolah 24 jam," kata dia.

Baca juga: Sultan HB X Instruksikan 4 Hal Demi Pulihkan Wisata Yogyakarta yang Mulai Normal

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.






Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Yogyakarta Provinsi Termiskin, Prakiraan Cuaca BMKG

11 jam lalu

Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Yogyakarta Provinsi Termiskin, Prakiraan Cuaca BMKG

Topik tentang DI Yogyakarta ditetapkan sebagai provinsi termiskin menjadi berita terpopuler Top 3 Tekno Berita Hari Ini.


World Read Aloud Day 2023, Yogyakarta Garap Wisata Literasi di Kotabaru

12 jam lalu

World Read Aloud Day 2023, Yogyakarta Garap Wisata Literasi di Kotabaru

Dalam peringatan Word Read Aloud Day 2023 di Yogyakarta, program wisata literasi siswa atau Talita juga dikenalkan dengan peserta awal murid TK.


Knalpot Blombongan Diincar Polisi, Apa Bedanya dengan Knalpot Brong?

16 jam lalu

Knalpot Blombongan Diincar Polisi, Apa Bedanya dengan Knalpot Brong?

Skema hunting motor knalpot blombongan di Gunungkidul dilakukan dengan menempatkan sejumlah polisi di titik-titik yang biasa dilewati penggunanya.


Kominfo akan Kembangkan Kampus Politeknik Digital Nasional yang Ada di Yogyakarta

19 jam lalu

Kominfo akan Kembangkan Kampus Politeknik Digital Nasional yang Ada di Yogyakarta

Kominfo memiliki Sekolah Tinggi Multimedia di Yogyakarta yang akan dikembangkan menjadi Politeknik Digital Nasional.


Pemimpin Pesantren Waria Al-Fatah Yogyakarta Meninggal

23 jam lalu

Pemimpin Pesantren Waria Al-Fatah Yogyakarta Meninggal

Pemimpin Pesantren Waria Al-Fatah Kotagede, Yogyakarta, Shinta Ratri meninggal karena serangan jantung pada Rabu pagi, 1 Februari 2023 di Rumah Sakit Umum Daerah Wirosaban, Yogyakarta.


DIY Jadi Provinsi Termiskin, Pakar di UGM Sebut Metodelogi Perlu Diperdebatkan

1 hari lalu

DIY Jadi Provinsi Termiskin, Pakar di UGM Sebut Metodelogi Perlu Diperdebatkan

Pakar dari UGM menyebut metodologi penentuan garis kemiskinan di DIY oleh BPS perlu diperdebatkan.


Ada Jembatan Kretek II, Pantai Sisi Timur dan Barat Bantul Kini Bisa Ditempuh Lebih Nyaman

1 hari lalu

Ada Jembatan Kretek II, Pantai Sisi Timur dan Barat Bantul Kini Bisa Ditempuh Lebih Nyaman

Jembatan Kretek II yang terdiri dari empat lajur dan dua arah ini dilengkapi dengan jalur sepeda dan pejalan kaki.


Muhaimin Iskandar Usul Jabatan Gubernur Dihapus, Sultan HB X : Wewenang Pemerintah Pusat

1 hari lalu

Muhaimin Iskandar Usul Jabatan Gubernur Dihapus, Sultan HB X : Wewenang Pemerintah Pusat

Sultan Hamengku Buwono X merespon santai usulan penghapusan jabatan gubernur yang dilontarkan Muhaimin Iskandar.


ASEAN Tourism Forum di Yogyakarta, Wisatawan Bisa Belajar Membatik Sampai Buat Wayang

1 hari lalu

ASEAN Tourism Forum di Yogyakarta, Wisatawan Bisa Belajar Membatik Sampai Buat Wayang

ASEAN Tourism Forum 2023 ini menjadi ajang strategis mengangkat potensi ekonomi dan wisata Yogyakarta seluas-luasnya kepada dunia internasional.


300 Pelaku Industri Fashion Se-Indonesia Kumpul di Yogyakarta, Bahas Tren Hingga Pamerkan Karya Terbaru

1 hari lalu

300 Pelaku Industri Fashion Se-Indonesia Kumpul di Yogyakarta, Bahas Tren Hingga Pamerkan Karya Terbaru

Dalam perhelatan yang digelar di Rich Jogja Hotel itu, temanya adalah 'Perkuat Kolaborasi Menuju Fashion Indonesia Berbasis Wastra Nusantara Mendunia'