Mengintip Catatan Pertama Kali Candi Muara Takus Ditemukan

Reporter

Candi Muara Takus merupakan situs candi Buddha yang terletak di desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto, Kabupaten Kampar, Riau. Candi ini dianggap telah ada pada zaman keemasan Sriwijaya, 5 Januari 2014. TEMPO/Riyan Nofitra.

TEMPO.CO, Jakarta - Bumi Sarimadu, sekitar 135 KM dari Kota Pekanbaru di Desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto Kampar. Tersisa satu-satunya peninggalan sejarah berbentuk candi di Riau, yakni Candi Muara Takus.

Salah satu pendapat asal mula penamaannya, terdiri dari dua kata, “Muara” dan “Takus”.  Arti kata “Muara” merujuk pada suatu tempat sebuah sungai mengakhiri alirannya ke laut atau sungai yang lebih besar. Sedangkan “Takus” merupakan susunan dari bahasa Cina. Terdiri dari Ta berarti besar, Ku adalah tua, dan Se berarti candi atau kuil.

Jadi, arti keseluruhannya merupakan candi tua besar yang terletak di muara sungai. Adanya stupa yang merupakan lambang Buddha Gautama, membuat Candi Muara Takus ini dipercayai sebagai candi Buddha.

Pendapat lain, merujuk pada candi-candi di Myanmar, terdapat kemiripan arsitektur pada salah satu bangunannya, yakni Candi Mahligai. Bentuk lingga atau kelamin laki-laki dan yoni atau kelamin perempuan.

Adanya bangunan Candi Muara Takus sebagai bukti pernah berkembangnya agama Buddha di Sumatera. Dalam buku Hukum dan perubahan struktur kekuasaan: pelaksanaan hukum Islam dalam Kesultanan Melayu Siak, 1901-1942 menyebutkan beberapa abad silam diyakini pernah menjadi pusat kerajaan Sriwijaya.

Pembesar Kampar bersama utusan Adityawarman bersepakat menetapkan Muara Takus sebagai pusat pemerintahan Andiko Nan 44. Hal ini pula ditegaskan oleh Ir. L. Moens pada tahun 1937 melalui tulisannya berjudul Crivijaya, Yava en Kataha (T.B.G LXXVII).

Tiga tahun kemudian, salinan tulisan itu terbit dalam bahasa Inggris pada  Journal of the Malayan Branch XVII. Moens membantah teori Coedes sebelumnya yang mengatakan Sriwijaya berpusat di Palembang.  Ia mendasar pada berita-berita atau pengetahuan geografis dari berita Tionghoa dan Arab. Awal mulanya, pusat Kerajaan Sriwijaya terletak di pantai timur Malaya, kemudian berpindah ke Sumatera Tengah dekat Muara Takus.

Walaupun para pakar purbakala belum dapat menentukan secara pasti kapan candi ini didirikan. Namun, Cornet De Groot disebut sebagai penemu pertama pada tahun 1860. Bahkan dalam Tijdschrift voor Indische Taal, Land en Volkenkunde edisi 1860 Groot membuat sketsa Candi Muara Takus dengan keterangan foto tertulis: KOTA TJANDI, Pedalaman Sumatera.

Groot menulis Kota Tjandi (Sumatra’s Westkust) di muat dalam Tijdschrift voor Indische Taal, Land en Volkenkunde edisi 1860. Pada paragraf keenam tulisan itu, Groot menyebutkan yang bila diartikan dalam bahasa Indonesia:

 “Hampir seluruhnya dibangun dari batu bata merah yang dipanggang, yang telah diamplas rata, dan tidak menggunakan kapur; mereka ditumpuk dingin di atas satu sama lain; hanya benda yang terbuat dari batu pasir berwarna abu-abu-kuning muda. Pada sisi barat telah disediakan tangga, untuk tiba di ruang bawah tanah.”

Kemudian terdapat tulisan berjudul beschrijving Van de Hindoe, oudheden te Muara Takus oleh GDu Ruy Van Best Holle.

Pada tahun 1880, W.P. Groeneveld menemukan Candi Muara Takus terdiri dari beberapa biara dan candi sebagai bangunan purbakala Buddha. Tembok yang mengelilinginya ditemukan setahun kemudian oleh R.D.M Verbeek & E.TH. Van Delden ketika kedua pakar ini membuat jalan sebagai akses ke sana. “De Hindow Ruinen Bij Moeara Takoes aan De Kampar Rivier” terbit dalam Verhandelingen van Het Bataviaasch Genootschap hasil temuan keduanya.

Beberapa foto lawas Candi Muara Takus dapat ditemukan pada koleksi digital Southeast Asian & Caribbean Images (KITLV) perpustakaan Universitas Leiden di Belanda.

RAHMAT AMIN SIREGAR 

Baca: 3.500 Umat Buddha Rayakan Waisak di Candi Muara Takus Riau

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Anies Baswedan Besok Sambangi Pekanbaru, Kapolresta Kerahkan 1.140 Personel Gabungan

4 hari lalu

Anies Baswedan Besok Sambangi Pekanbaru, Kapolresta Kerahkan 1.140 Personel Gabungan

Anies Baswedan akan safari politik ke Pekanbaru Ahad, 4 Desember 2022. Untuk pengamanan, Kapolresta Pekanbaru kerahkan 1.140 personel gabungan.


Serba-serbi Balap Sepeda Tour de Siak 2022, Rute Diperluas sampai Pekanbaru

4 hari lalu

Serba-serbi Balap Sepeda Tour de Siak 2022, Rute Diperluas sampai Pekanbaru

Balap sepeda Tour de Siak (TdSi) ke-8 pada 2022 ini diikuti 13 tim yang terdiri dari 8 tim dalam negeri dan 5 tim luar negeri antara lain Malaysia.


Kuil di Thailand Kosong, Seluruh Biksu Dipecat karena Pakai Narkoba

7 hari lalu

Kuil di Thailand Kosong, Seluruh Biksu Dipecat karena Pakai Narkoba

Seluruh biksu, termasuk ketuanya dipecat setelah terbukti menggunakan narkoba di sebuah kuil Buddha di Thailand.


Apa Agama Resmi Zaman Kerajaan Majapahit?

10 hari lalu

Apa Agama Resmi Zaman Kerajaan Majapahit?

Ternyata, era kerajaan Majapahit memiliki multi-agama, apa sajakah itu? Dan, apa agama resmi saat itu?


Hari Ini 47 Tahun Suriname, Tak Jauh dari Brasil Mengapa Terasa Dekat Indonesia?

12 hari lalu

Hari Ini 47 Tahun Suriname, Tak Jauh dari Brasil Mengapa Terasa Dekat Indonesia?

Hari ini, 25 November adalah hari kemerdekaan Suriname dari Belanda. Mengapa dekat Indonesia, meskipun posisinya tak jauh dari Brasil.


Hari Guru Nasional 2022, Kisah Suka Duka Guru di SLB Sri Mujinab Pekanbaru

12 hari lalu

Hari Guru Nasional 2022, Kisah Suka Duka Guru di SLB Sri Mujinab Pekanbaru

Hari Guru Nasional diperingati setiap 25 November. ini kisah suka duka para guru di SLB Sri Mujinab Pekanbaru, Riau.


Pekanbaru Mulai Berlakukan Tilang Elektronik Mobile

15 hari lalu

Pekanbaru Mulai Berlakukan Tilang Elektronik Mobile

Direktorat lalu lintas Polda Riau telah memberlakukan tilang elektronik mobile di wilayah Kota Pekanbaru pada Senin, 21 November 2022.


Tour de Siak Siap Bergulir Awal Desember

16 hari lalu

Tour de Siak Siap Bergulir Awal Desember

Tour de Siak merupakan agenda sport tourism atau wisata olah raga yang kembali bergulir setelah pandemi Covid-19 mereda.


Candi Borobudur Jadi Tempat Ibadah, Para Biksu dan Umat Buddha Gelar Santutthi Citta

16 hari lalu

Candi Borobudur Jadi Tempat Ibadah, Para Biksu dan Umat Buddha Gelar Santutthi Citta

Dengan ditetapkannya Candi Borobudur sebagai pusat ibadah agama Buddha Indonesia dan dunia, upacara lain juga akan digelar di sana.


Bengkalis dan Pekanbaru Bersaing Ketat di POR Provinsi Riau

21 hari lalu

Bengkalis dan Pekanbaru Bersaing Ketat di POR Provinsi Riau

Bengkalis mulai menyalip Pekanbaru, dan tuan rumah (Kuantan Singingi/Kuansing) membayangi