Pasokan Kopi Arabika dari Pegunungan Bintang Papua Bergantung Pesawat Perintis

Reporter

Editor

Rini Kustiani

Ilustrasi green coffee (kopi hijau). shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Kabupaten Pegunungan Bintang adalah salah satu daerah penghasil kopi terbaik di Papua. Kabupaten ini terletak di kawasan Pegunungan Tengah dan berbatasan langsung dengan Provinsi Western di Papua Nugini.

Arkeolog Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Hari Suroto mengatakan, Suku Ngalum yang bermukim di lereng gunung yang terjal, lembah-lembah kecil, berpencar, dan terisolasi di Kabupaten Pegunungan Bintang menjadi penghasil kopi arabika terbaik Papua. "Kabupaten Pegunungan Bintang hanya bisa diakses melalui jalur udara, sehingga transportasi udara sangat membantu kehidupan masyarakat setempat," kata Hari Suroto kepada Tempo, Senin, 7 Maret 2022.

Maskapai penerbangan komersil yang melayani rute dari dan ke Kabupaten Pegunungan Bintang, yaitu Trigana Air dan Wings Air dengan menggunakan pesawat jenis ATR. Sementara pesawat yang bisa disewa atau penerbangan perintis dengan pesawat berbadan kecil jenis Twin Otter, Cessna, Pilatus, Cassa, adalah dari maskapai Enggang Air, Susi Air, SAS, Smart Air, dan Dimonim Air, serta untuk pelayanan ke masyarakat yakni pesawat AMA.

Penerbangan komersil dengan pesawat ATR melalui Bandara Oksibil yang terletak di ibu kota Kabupaten Pegunungan Bintang. Sedangkan penerbangan antar-distrik menggunakan pesawat Twin Otter. "Penerbangan tergantung kondisi cuaca yang sering berkabut dan situasi keamanan di distrik setempat," ujarnya.

Alpius Uropmabin, seorang mahasiswa Pegunungan Bintang Papua membawa kopi arabika dari daerah asalnya. Dok. Hari Suroto

Kopi arabika dari Kabupaten Pegunungan Bintang dikirimkan ke Sentani, Jayapura, dengan menggunakan pesawat kecil. Dari Sentani, kopi tersebut dikirim ke kota-kota besar di Indonesia. "Saat ini pasokan kopi arabika dari Pegunungan Bintang ke Kota Jayapura sedang normal," kata Hari Suroto. "Maskapai penerbangan perintis melayani penerbangan ke pedalaman Kabupaten Pegunungan Bintang dan lapangan terbang perintis aman untuk mendarat."

Dari sisi historinya, kopi arabika di Kabupaten Pegunungan Bintang pertama kali diperkenalkan pada Suku Ngalum di Okbibab pada 1972 oleh Pater Piet Van Der Stap, seorang misionaris Belanda. Kopi dari daerah itu berjenis arabica typica. Cita rasanya bervariasi, antara rasa beri, jeruk, peach, atau aprikot.

Kopi di sana ditanam secara organik dan proses pengolahan dengan tangan. Tanaman kopi ini tumbuh dengan hanya mengandalkan kebaikan alam di Distrik Okbab dan Distrik Kiwirok pada ketinggian sekitar 1900 hingga 2000 meter dari permukaan laut. Suhunya sekitar 15 derajat Celcius dan buah yang lebih sedikit menjadikan zat gizi yang tersimpan dalam biji kopi arabica typica semakin tinggi. "Rasanya juga lebih pekat dan beraroma tajam," ujarnya.

Baca juga:

3 Kopi Papua Paling Diburu di Mancanegara

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.






Kronologi Warga Diduga Ditembak Mati di Dogiyai Papua Tengah Versi Masyarakat

23 jam lalu

Kronologi Warga Diduga Ditembak Mati di Dogiyai Papua Tengah Versi Masyarakat

Masyarakat Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, mengadu dan melapor ke Komnas HAM atas kasus dugaan penembakan dan pembunuhan oleh polisi


Pimpinan MPR Bertemu Menko Polhukam Bahas Pemajuan Papua

1 hari lalu

Pimpinan MPR Bertemu Menko Polhukam Bahas Pemajuan Papua

MPR mendukung tindakan pemerintah pusat, TNI dan Polri, dalam menciptakan kondisi Papua yang aman, damai, dan kondusif.


Pengiriman Terakhir Boeing 747, Selamat Tinggal Sang Ratu Angkasa

1 hari lalu

Pengiriman Terakhir Boeing 747, Selamat Tinggal Sang Ratu Angkasa

Setelah lima dekade, permintaan konsumen untuk Boeing 747 terus menurun.


Sebelum Ada Pesawat, Bagaimana Jemaah Haji Indonesia Berangkat ke Tanah Suci?

1 hari lalu

Sebelum Ada Pesawat, Bagaimana Jemaah Haji Indonesia Berangkat ke Tanah Suci?

Jemaah haji Indonesia yang berangkat ke Tanah Suci sudah ada sejak abad 19 akhir. Mereka menggunakan kapal dagang.


KPK Periksa Kembali Lukas Enembe untuk Tanyakan Barang Bukti

1 hari lalu

KPK Periksa Kembali Lukas Enembe untuk Tanyakan Barang Bukti

Lukas Enembe menjadi tersangka dalam kasus suap sejumlah proyek pembangunan di Papua.


Rasio Elektrifikasi 2022 Melambat, ESDM: Wilayah Timur Menjadi Fokus Kami

2 hari lalu

Rasio Elektrifikasi 2022 Melambat, ESDM: Wilayah Timur Menjadi Fokus Kami

Kementerian ESDM bakal meningkatkan rasio elektrifikasi agar seluruh wilayah Indoneia mendapatkan akses listrik.


Kemenhub Pastikan Kesiapan Bandara Ngurah Rai Sambut Kedatangan Pesawat Komersil Terbesar

2 hari lalu

Kemenhub Pastikan Kesiapan Bandara Ngurah Rai Sambut Kedatangan Pesawat Komersil Terbesar

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan kesiapan Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, yang akan kedatangan pesawat komersil terbesar di dunia Airbus A380 milik maskapai Emirates.


Komnas HAM Didesak Bentuk Tim Pencari Fakta Kasus Dogiyai

2 hari lalu

Komnas HAM Didesak Bentuk Tim Pencari Fakta Kasus Dogiyai

Pelapor akan mendatangi kantor Komnas HAM Senin siang ini.


Bisnis Teh Lokal Indonesia Melejit Setelah Pandemi, Gunakan Jaringan Medsos

3 hari lalu

Bisnis Teh Lokal Indonesia Melejit Setelah Pandemi, Gunakan Jaringan Medsos

Ifana Azizah hampir tak sempat duduk seharian karena sibuk melayani pembeli teh di pameran Indonesia Tea Culture.


Manfaat Minum Kopi 2-4 Cangkir Tiap Hari Turunkan Risiko Kematian, Ini 6 Khasiat Lainnya

5 hari lalu

Manfaat Minum Kopi 2-4 Cangkir Tiap Hari Turunkan Risiko Kematian, Ini 6 Khasiat Lainnya

Hampir kebanyakan orang suka minum kopi setiap hari, apa manfaat yang diperoleh bagi kesehatan?