Sejarah Kereta Cepat di Berbagai Negara

Reporter:
Editor:

Bram Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Kereta cepat shinkansen bertemakan Hello Kitty saat diluncurkan di Stasiun JR Shin Osaka di Osaka, Jepang, 30 Juni 2018. Kereta cepat ini akan diuji coba selama tiga bulan untuk melayani perjalanan pergi-pulang setiap hari antara Stasiun Shin dan Osaka di Prefektur Osaka dan Stasiun JR Hakata di Fukuoka. (Kyodo News via AP)

    Kereta cepat shinkansen bertemakan Hello Kitty saat diluncurkan di Stasiun JR Shin Osaka di Osaka, Jepang, 30 Juni 2018. Kereta cepat ini akan diuji coba selama tiga bulan untuk melayani perjalanan pergi-pulang setiap hari antara Stasiun Shin dan Osaka di Prefektur Osaka dan Stasiun JR Hakata di Fukuoka. (Kyodo News via AP)

    TEMPO.CO, JakartaKereta cepat termasuk moda transportasi mutakhir perkeretaapian di dunia. Mengutip situs web Environmental and Energy Study Institute, kereta cepat yang menjadi tren pertama kali adalah Shinkansen di Jepang.

    Shinkansen meluncur dengan perlintasan pertama Tokyo menuju Osaka pada 1 Oktober 1964. Saat itu bersamaan momentum Olimpiade. Waktu itu panjang lintasan yang ditempuh Shinkansen, 514 kilometer dengan kecepatan 322 kilometer per jam.

    Mengutip situs web Pusat Teknologi Sistem dan Prasarana Transportasi, salah satu komponen penting dalam peningkatan kecepatan kereta Shinkansen adalah bogie. Adapun bogie merupakan struktur di bawah kereta yang digunakan sebagai tempat gandar dan roda. Ada pula sistem suspensi untuk menumpu beban kereta.

    Di Eropa kereta cepat pertama, Train a Grande Vitesse (TGV). Kereta itu berkecepatan hingga 380 kilometer per jam. TGV memiliki kecepatan yang lebih kencang daripada Shinkansen.

    Kereta cepat TGV dikembangkan oleh perusahaan perkeretaapian Alstom dan Société nationale des chemins de fer français (SNCF) sejak tahun 1974.  Kereta TGV mulai beroperasi di Prancis, pada 27 September 1981. Saat itu perlintasan yang dilewati Paris menuju Lyon. Beberapa tahun selanjutnya, berbagai negara Eropa membangun jaringan kereta cepat yang terhubung lintas negara.

    Cina pun meluncurkan kereta cepat. Layanan kereta api cepat milik Cina mulai beroperasi pada 2008 dengan kecepatan hingga 350 kilometer per jam dengan perlintasan dari Beijing ke Tianjin, jaraknya 117 kilometer. Saat ini perkembangan kereta cepat makin mutakhir.  Pengembangan kereta Maglev Shanghai milik Cina  mampu melaju hingga kecepatan 643 kilometer per jam.

    Di Indonesia, kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB) merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional untuk infrastruktur transportasi. Mengutip situs web Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan menggunakan generasi terbaru, CR400AF, yang merupakan hasil pengembangan tipe CRH380A oleh CRRC Qingdao Sifang. Presiden Joko Widodo telah menyampaikan, bahwa target kereta cepat beroperasi pada Juni 2023.

    RISMA DAMAYANTI

    Baca: Spesifikasi CR400AF Kereta Cepat Jakarta-Bandung


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Ustaz Abdul Somad Ditolak Masuk Singapura

    Ustaz Abdul Somad, yang populer dengan sebutan UAS, mengaku dideportasi dari Singapura. Dia mengunggah video suasana di imigrasi.