Sandiaga Uno Minta UMKM Terlibat dalam Travel Bubble Batam Bintan - Singapura

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno unjuk kebolehan membuat martabak saat berkunjung ke Batam, Kepulauan Riau. Dok. Humas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

    Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno unjuk kebolehan membuat martabak saat berkunjung ke Batam, Kepulauan Riau. Dok. Humas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

    TEMPO.CO, Kepulauan Riau - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno meminta supaya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM terlibat dalam skema travel bubble antara Indonesia - Singapura di Batam dan Bintan. Pelonggaran lalu lintas perjalanan di antara dua negara tersebut akan berlangsung mulai Senin, 24 Januari 2022.

    Saat berkunjung ke Batam dan Bintan untuk memantau kesiapan pelaksanaan travel bubble tersebut, Sandiaga mengecek bagaimana proses kedatangan wisatawan di pelabuhan hingga memastikan UMKM turut andil di dalamnya. Para pelaku UMKM ini tersebar di berbagai destinasi wisata hingga ke desa wisata di Kepulauan Riau.

    "Produk ekonomi kreatif bisa ditawarkan kepada wisatawan saat travel bubble untuk membangkitkan lapangan kerja. Ini tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu," kata Sandiaga di Bintan pada Jumat, 21 Januari 2021. Tak hanya pariwisata, menurut Sandiaga Uno, sektor ekonomi kreatif juga terpukul selama pandemi.

    Seorang pengelola Ekowisata Pandang Tak Jemu di Nongsa, Kota Batam, Gerry mengatakan, pegiat pariwisata lokal seperti di Desa Wisata Pandang Tak Jemu ini juga terdampak pagebluk. "Travel bubble ini menjadi momentum yang sangat baik agar warga desa wisata kembali bangkit," kata Gerry kepada Tempo, Sabtu, 22 Januari 2022.

    Gerry melanjutkan, Desa Wisata Pandang Tak Jemu sebagai destinasi ekowisata mangrove juga memiliki produk kreatif hasil kerajinan penduduk lokal. "Kami semua mati suri selama pandemi," katanya.

    Pernyataan senada disampaikan oleh pengelola Desa Wisata Pengudang Bintan, Iwan Winarto. Menurut dia, travel bubble antara Indonesia dengan Singapura di Batam dan Bintan merupakan kabar baik di tengah wabah. "Walaupun baru mulai di kawasan khusus Lagoi dan Nongsa, mudah-mudahan ke depannya bisa lebih luas dan menjadi ajang pembuktian bahwa Kepulauan Riau sudah siap dan layak dikunjungi wisatawan," katanya.

    Iwan berharap, apapun kebijakan pemerintah mampu memdorong dan menstimulasi perekonomian masyarakat, khususnya UMKM. Sebab, kata Iwan, yang penting saat ini hanya bertahan dari situasi sulit seperti sekarang.

    Baca juga:
    Travel Bubble Bintan Batam - Singapura, Ini Alur saat Turis Sampai di Pelabuhan

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Ustaz Abdul Somad Ditolak Masuk Singapura

    Ustaz Abdul Somad, yang populer dengan sebutan UAS, mengaku dideportasi dari Singapura. Dia mengunggah video suasana di imigrasi.