Relokasi PKL Malioboro Pekan Depan, Yogyakarta Pastikan Tempat Sudah Siap

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Lapak Pedagang Kaki Lima atau PKL di sepanjang Jalan Malioboro, Yogyakarta, tutup pada hari pertama PPKM Darurat Sabtu, 3 Juli 2021. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    Lapak Pedagang Kaki Lima atau PKL di sepanjang Jalan Malioboro, Yogyakarta, tutup pada hari pertama PPKM Darurat Sabtu, 3 Juli 2021. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Tahapan relokasi bagi ribuan pedagang kaki lima atau PKL di kawasan Malioboro tinggal menghitung hari pasca Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menargetkan akhir Januari ini kebijakan itu mulai dijalankan. Dua lokasi untuk relokasi, yakni eks gedung Bioskop Indra dan eks gedung Dinas Pariwisata DIY pekan ini secara kontinu juga telah dicek dan dipastikan kesiapannya operasional sehingga benar-benar layak menampung sekitar hampir 2.000 PKL.

    "Untuk lokasi relokasi sudah dicek dan sudah siap,” kata Sekretaris Daerah DIY Kadarmanta Baskara Aji, Kamis, 20 Januari 2022.

    Pemerintah DIY pun telah menyusun tahapan relokasi. Para PKL sedianya bisa mulai boyongan atau pindahan pada 26 Januari 2022 atau pekan depan hingga akhir bulan ini. Para PKL diharapkan juga segera mempersiapkan diri agar bisa beroperasi penuh pada Februari mendatang.

    "Jadi ketika masuk Februari para PKL itu semua sudah masuk (relokasi) ke dua tempat itu dan tidak ada yang di Malioboro lagi,” kata Aji yang menyebut para PKL yang dimaksud merupakan PKL yang selama ini terdaftar resmi oleh Pemerintah Kota Yogyakarta.

    Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan secara umum kondisi fisik, sarana dan fasilitas di lokasi untuk relokasi PKL Malioboro sudah siap menampung. "Kesiapan seluruh tempat relokasi untuk PKL Malioboro sampai saat ini sudah siap 99 persen lebih, kami hanya minta ada perbaikan ringan seperti memberi penanda, meja kursi dan sarana teknis saja," kata dia.

    Heroe mengatakan dua tempat relokasi PKL yang dinamai Teras Malioboro itu siap seiring selesainya pendataan para PKL yang akan menempatinya. Misalnya pendataan berdasar jenis komoditas dagangan seperti kuliner dan non kuliner.

    “Jadi tinggal penentuan lapaknya saja, sesuai aspirasi PKL, apakah akan diundi atau bagaimana,” kata Heroe.

    Heroe menuturkan meski direlokasi, pemerintah memastikan para PKL akan tetap mendapat pembinaan perhatian pemerintah agar tetap menjadi ikon dan daya tarik wisata Malioboro. Mengingat lokasi untuk relokasi masih tetap di kawasan jalan utama Malioboro, hanya tidak lagi di trotoar depan pertokoan melainkan terpusat di ujung utara dan selatan. "Wisatawan tetap bisa membeli oleh-oleh, makan lesehan di Malioboro,” kata dia.

    Baca juga: Relokasi PKL Malioboro Mundur: Mbok 1 atau 3 Tahun Lagi Saja

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Ustaz Abdul Somad Ditolak Masuk Singapura

    Ustaz Abdul Somad, yang populer dengan sebutan UAS, mengaku dideportasi dari Singapura. Dia mengunggah video suasana di imigrasi.