Ini Cabai-cabai yang Khas dan Unik dari Indonesia

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi cabai merah. TEMPO/Prima Mulia

    Ilustrasi cabai merah. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta -Cabai merupakan salah satu bumbu dapur yang tidak bisa dipisahkan dari masakan Indonesia. Di balik rasa yang pedas, ada beragam manfaat cabai untuk kesehatan.

    Manfaat ini dapat diperoleh karena cabai mengandung berbagai macam nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh. Di Indonesia, ada banyak jenis cabai yang unik dan khas.

    Ada beragam nutrisi di dalam cabai yang bermanfaat untuk kesehatan, termasuk protein, karbohidrat, gula, serat, lemak, vitamin A, vitamin B6, vitamin C, zat besi, magnesium, kalium, air dan capsaicin.

    Mengutip dari buku "Sehat dengan Rempah dan Bumbu Dapur" karya penulis Made Astawan, ada enam jenis cabai yang umum, di antaranya unik, di Indonesia.

    1. Cabai Rawit

    Cabai rawit atau cabai kecil, biasanya digunakan sebagai bahan sambal terutama yang warna merah. Sementara cabai rawit hijau tua, biasanya dipakai untuk makan gorengan. Cabai rawit awalnya berwarna hijau, kemudian berubah menjadi merah ketika sudah matang.

    Cabai rawit ceplik, adalah jenis cabai yang biasanya dikonsumsi orang Indonesia. Bentuk cabai ceplik berujung tumpul dan montok. Ada pula cabai jemprit, adalah jenis rawit paling pedas. Cabai rawit jemprit mempunyai bentuk kecil pendek, ujungnya runcing, dan warna hijau gelap.

    Namun, ketika sudah matang akan berubah warna jadi merah. Orang Sunda menyebut cabai rawit jemprit sebagai cengek. Orang bisa tersedak, batuk, bersin, atau cegukan kalau kurang hati-hati saat makan cabai ini.

    2. Cabai besar

    Terdapat dua jenis cabai besar, warna merah dan hijau. Ukurannya jauh lebih besar daripada cabai rawit. Sementara rasanya lebih pedas cabai rawit. Bentuk cabai besar pun beragam, mulai dari ujungnya yang kerucut sampai membulat.

    Ciri khas cabai besar terletak pada kulitnya yang tebal. Cabai besar biasanya untuk membuat sambal, dicampur dengan cabai rawit. Cabai besar iris juga menjadi bumbu masakan tumis. Selain itu, cabai ini bisa dijadikan sebagai hiasan alias garnish.

    Cabai merah besar sering disebut cabai bali karena umumnya digunakan dalam masakan Bali. Cabai rawit dan cabai merah termasuk kelompok cabai pedas (hot chilli pepper), seperti tertera pada buku masakan Barat.

    3. Cabai keriting

    Cabai keriting biasanya digunakan sebagai bumbu utama masakan Padang. Maka dari itu cabai keriting disebut juga cabai padang. Selain cabai besar dan rawit, cabai keriting juga biasanya dijadikan sambal.

    Selanjutnya : Rasa sambal cabai keriting...


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Ustaz Abdul Somad Ditolak Masuk Singapura

    Ustaz Abdul Somad, yang populer dengan sebutan UAS, mengaku dideportasi dari Singapura. Dia mengunggah video suasana di imigrasi.