Jokowi Setujui Pembukaan Travel Bubble Batam Bintan-Singapura

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Batuan granit terhampar di perairan kawasan situs geologi Alif Stone Park di Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Jumat 11 Juni 2021. Sejumlah situs Geologi di kawasan Natuna, yang merupakan salah satu geopark nasional, merupakan salah satu potensi wisata yang dapat mendatangkan wisatawan. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    Batuan granit terhampar di perairan kawasan situs geologi Alif Stone Park di Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Jumat 11 Juni 2021. Sejumlah situs Geologi di kawasan Natuna, yang merupakan salah satu geopark nasional, merupakan salah satu potensi wisata yang dapat mendatangkan wisatawan. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Batam - Presiden Joko Widodo menyetujui rencana pembukaan pintu wisata antara Kepulauan Riau dan Singapura lewat skema travel bubble. Wacana ini sudah muncul beberapa bulan belakangan namun belum terealisasi secara maksimal. 

    Setelah berbagai persiapan dilakukan dibawah koordinasi Kementerian Perekonomian dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif selama setahun dan mengalami beberapa kali penundaan, Menko Perekonomian Airlangga Hartanto menyampaikan bahwa Presiden Jokowi telah setuju untuk memulai penerapan travel bubble Batam Bintan-Singapura (BB-S) dalam waktu dekat. 

    "Bapak Presiden telah menyetujui untuk mulai penerapan travel bubble BB-S, sebagai prototipe untuk memulai pembukaan ekonomi khususnya pariwisata secara terkontrol dan terbatas" ujar Airlangga saat memimpin rapat koordinasi virtual, Rabu, 19 Januari 2022.

    Bahkan, menurut Airlangga, untuk memenuhi tujuan tersebut, skema travel bubble BB-S perlu segera dimulai. Apabila memungkinkan, skema itu bisa dilaksanakan sebelum pelaksanaan Leaders-Retreat RI-Singapura di Lagoi, Bintan dalam bulan ini.

    "Untuk itu, perlu segera dibahas bersama penyiapan kebijakan, regulasi dan pengaturan secara teknis di lapangan" kata Airlangga. 

    Selanjutnya, Airlangga memaparkan beberapa hal yang harus segera ditindaklanjuti untuk penyiapan penerapan travel bubble BB-S. Salah satunya Satgas Penanganan Covid-19 agar segera menyiapkan Surat Edaran (SE) yang khusus mengatur protokol kesehatan untuk travel bubble Batam-Bintan-Singapura. 

    "Kemudian Kementerian Luar Negeri, segera menyiapkan dukungan kebijakan dan koordinasi dengan Pemerintah Singapura, serta Kementerian Kesehatan, menyiapkan dukungan pengaturan prokes dan lainnya" kata Airlangga. 

    Gubernur Kepri Ansar Ahmad menegaskan kesiapan Kepri khususnya Bintan (Lagoi) dan Batam (Nongsa) untuk dijadikan prototipe travel bubble. "Selain kasus konfirmasi yang terus melandai, tingkat vaksinasi yang tinggi, juga survei serology yang telah dilaksanakan mendapat hasil yang menggembirakan. Jika digabungkan dengan survei yang dilaksanakan di Batam, maka didapat angka 91 sampai dengan 92 persen. Ini artinya herd immunity masyarakat Kepri telah terbentuk" ujarnya. 

    Selain itu, dalam hal persiapan teknis, di Bintan Resort telah memiliki Lab Tes Cepat Molekuler (TCM) yang terkoneksi ke aplikasi PeduliLindungi. Di Nongsa juga sedang proses pemberlakuan TCM. Kemudian penerapan bluepass yang dipersiapkan untuk keperluan tracing yang diperuntukkan bagi pekerja dan wisatawan. 

    Ansar berharap agar travel bubble BB-S dapat segera terealisasikan mengingat angka pengangguran terbuka di Kepulauan Riau yang masih cukup tinggi, yaitu 10,12 persen. Sebagian besar pengangguran itu berasal dari sektor pariwisata.

    Baca juga6.300 Pekerja Wisata Lagoi Bintan dan Nongsa Batam Segera Vaksinasi Booster

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Ustaz Abdul Somad Ditolak Masuk Singapura

    Ustaz Abdul Somad, yang populer dengan sebutan UAS, mengaku dideportasi dari Singapura. Dia mengunggah video suasana di imigrasi.