Lewat Situs ini, Penonton MotoGP Mandalika Bisa Cari Kamar Hingga Kapal Pinisi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Salah satu pertunjukan dalam acara Welcome to Senggigi di Kabupaten Lombok Barat, NTB. Dok. Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat

    Salah satu pertunjukan dalam acara Welcome to Senggigi di Kabupaten Lombok Barat, NTB. Dok. Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjelang event balap motor MotoGP di Sirkuit Mandalika, Smart Destination Marketing meluncurkan platform digital LombokSumbawa.id guna membantu memasarkan kamar-kamar homestay di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Platform itu bisa digunakan untuk memudahkan wisatawan mendapatkan kamar.

    "Kami akan menyediakan bandwith dan hosting sebesar-besarnya untuk menampung homestay yang membutuhkan layanan," kata Askar Dg Kamis, pendiri platform tersebut kepada Tempo, Rabu, 19 Januari 2022.

    Dalam platform itu, bukan hanya kamar homestay yang dipasarkan, tapi destinasi wisata hingga ketersediaan layanan untuk 700 kapal pinisi dengan potensi 3.500 kamar bagi penumpang yang ingin merasakan menginap di atas kapal. "Reserrvasi bisa dilakukan online," kata dia.

    Setidaknya sudah ada 50 dari 200 homestay yang terkumpul dalam sistem yang dikelolanya. "Kesemuanya bisa mengetahui tersedia atau sudah sold out," kata Askar yang juga menjadi anggota Badan Promosi Pariwisata Daerah NTB.

    Platform itu juga menyediakan wadah untuk penjualan barang-barang IKM yang bisa dipesan secara online. Sebelumnya, Askar bertemu dengan pengelola homestay dan pelaku industri kerajinan menengah (IKM).

    "Kalau IKM hadir di pojok-pojok homestay, harga jualnya bisa rendah dan terjangkau yang menginap di sana," ujar Kepala Dinas Perindustrian Nusa Tenggara Barat (NTB) Nuryanti.

    Ketua Masyarakat Sadar Wisata Kabupaten Lombok Tengah Lalu Sanadika Irwan mengatakan ketersediaan kamar homestay di wilayahnya masih cukup banyak. Lombok Tengah menjadi daerah yang paling dekat dengan kawasan Mandalika.

    Sejauh ini, menurut Irwan, wisatawan yang mencari kamar masih dari kalangan menengah ke atas. "Kalangan backpacker belum banyak, mesti ada yang sudah bertanya ke saya," ujarnya.

    Para backpacker itu berasal dari Aceh, Sulawesi Tenggara dan lainnya. Mereka rata-rata adalah anak muda yang suka otomotif dan wisata olahraga.

    Irwan berharap distribusi tamu-tamu yang akan menginap saat event MotoGP nantinya bisa tersebar di seluruh desa wisata yang sudah memiliki homestay. Tidak hanya yang di kawasan Mandalika tapi juga bagian pulau Lombok yang lain. "Seperti yang di desa Mas-mas, desa Kopang Rembige, desa Karang Sidemen dan lainnya," kata dia sambil menambahkan bahwa para pemilik homestay membutuhkan bantuan pemasaran.  

    Baca juga: Soal Tarif Homestay MotoGP Mandalika, Pemilik Disarankan Tak Patok Harga Tinggi

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Ustaz Abdul Somad Ditolak Masuk Singapura

    Ustaz Abdul Somad, yang populer dengan sebutan UAS, mengaku dideportasi dari Singapura. Dia mengunggah video suasana di imigrasi.