UNWTO Prediksi Sektor Pariwisata Bangkit pada 2024

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi turis atau wisatawan di bandara. (Pexel)

    Ilustrasi turis atau wisatawan di bandara. (Pexel)

    TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi Pariwisata Dunia atau UNWTO memprediksi jumlah wisatawan yang berpergian di seluruh dunia belum dapat kembali normal seperti masa sebelum pandemi Covid-19 hingga 2024.

    Pada 2021, pariwisata global mengalami peningkatan sebesar 4 persen dibandingkan pada tahun sebelumnya. UNWTO pun melihat adanya prospek untuk industri pariwisata sebesar 61 persen yang lebih baik untuk 2022. Hal ini dikarenakan meningkatnya tingkat vaksinasi dikombinasikan dengan pelonggaran pembatasan perjalanan.

    Pariwisata internasional pulih secara moderat selama paruh kedua 2021. Namun, laju pemulihan tetap lambat dan tidak merata di seluruh wilayah dunia karena berbagai tingkat pembatasan mobilitas, tingkat vaksinasi dan kepercayaan pelancong

    Eropa dan Amerika mencatat hasil terkuat pada 2021, masing-masing memiliki peningkatan 19 dan 17 persen, tetapi keduanya masih di bawah sebelum pandemi. Berdasarkan subkawasan, Karibia memiliki kinerja terbaik dengan beberapa tujuan mendekati tingkat pra-pandemi.

    Sementara itu, Afrika mengalami peningkatan kedatangan 12 persen. Di Timur Tengah, wisatawan menurun 24 persen dibandingkan pada 2020. Di Asia dan Pasifik kedatangan masih 65 persen di bawah tahun 2020.

    Kontribusi ekonomi pariwisata pada 2021 diukur dari produk domestik bruto langsung pariwisata diperkirakan sebesar US$ 1,9 triliun (Rp 27,2 kuadriliun) di atas US$ 1,6 triliun (Rp 22,9 kuadriliun) pada 2020, tetapi masih jauh di bawah pendapatan sebelum pandemi.

    Pendapatan ekspor dari pariwisata internasional dapat melebihi US$ 700 miliar (Rp 10 kuadriliun) pada 2021, sedikit meningkat dibandingkan tahun 2020 karena pengeluaran yang lebih tinggi per perjalanan, tetapi kurang dari setengah US$ 1,7 triliun (Rp 22,9 kuadriliun) yang tercatat pada 2019.

    Peningkatan baru-baru ini dalam kasus varian Omicron akan mengganggu pemulihan dan memengaruhi kepercayaan hingga awal 2022 karena beberapa negara menerapkan kembali larangan perjalanan dan pembatasan untuk negara tertentu. Pada saat yang sama, peluncuran vaksinasi tetap tidak merata dan banyak destinasi yang perbatasannya masih tertutup sepenuhnya, sebagian besar berada di kawasan Asia dan Pasifik. 

    Sementara pariwisata internasional bangkit kembali, pariwisata domestik terus mendorong pemulihan sektor di banyak destinasi wisata, terutama yang memiliki pasar domestik yang besar. Menurut para ahli, pariwisata domestik dan perjalanan yang dekat dengan rumah serta kegiatan terbuka, produk berbasis alam dan wisata pedesaan adalah salah satu tren perjalanan utama yang akan terus membentuk pariwisata pada 2022.

    ANDINI SABRINA | TRAVEL DAILY NEWS

    Baca juga: Program Wisata Nusantara, Ada Paket Bundling Garuda ke Destinasi Superprioritas

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Ustaz Abdul Somad Ditolak Masuk Singapura

    Ustaz Abdul Somad, yang populer dengan sebutan UAS, mengaku dideportasi dari Singapura. Dia mengunggah video suasana di imigrasi.