Tak Hanya di Mesir, Piramida juga Bisa Ditemukan di Sejumlah Negara ini

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Para wisatawan mengunjungi objek wisata Piramida Giza di Giza, Mesir, Senin, 26 April 2021. Xinhua/Sui Xiankai

    Para wisatawan mengunjungi objek wisata Piramida Giza di Giza, Mesir, Senin, 26 April 2021. Xinhua/Sui Xiankai

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketika bicara tentang piramida, kebanyakan orang langsung mengakitkan dengan peninggalan sejarah Mesir di masa lampau. Hal itu karena Mesir memiliki Piramida Giza yang masuk ke dalam Tujuh Keajaiban Dunia.

    Pada kenyatannya, Piramida Giza bukanlah satu-satunya bangunan piramida yang dapat ditemukan. Faktanya, struktur kuno ini telah dibangun di seluruh dunia dan tidak kalah mengesankannya dengan yang ada ada di Mesir, yang dapat ditemukan di Amerika, Asia dan Eropa.

    Berikut adalah beberapa piramida menakjubkan selain di Mesir:

    Piramida Nubia, Sudan

    Bangunan Piramida Nubia lebih kecil dari piramida di Giza, namun pemandangan piramida ini tak kalah mengesankan. Negara di Afrika Selatan ini punya sekitar 200 piramida. Struktur bangunan piramida di sini mempunyai kemiringan yang lebih curam. Wilayah ini diperintah oleh raja dan ratu Nubia dari sekitar 300 SM hingga 300 M dan piramida ini berfungsi sebagai makam mereka. 

    Piramida Cina

    Banyak kaisar Tiongkok kuno telah dimakamkan di piramida yang sekarang dapat ditemukan di seluruh Tiongkok, terutama di sekitar wilayah Xi'an dan Luoyang. Meskipun piramida ini cukup berbeda satu sama lain, mereka sebenarnya adalah pekerjaan tanah yang dirancang agar terlihat seperti gundukan kuburan. Kemudian bagian luar ditumbuhi pepohonan dan rerumputan sehingga menyerupai perbukitan dan bukan bangunan buatan manusia.

    Piramida Agung Cholula, Meksiko

    Dikenal sebagai salah satu piramida terbesar di dunia dengan mencakup area seluas 45 hektare dan tingginya sekitar 53 meter. Terletak di negara bagian Puebla, Meksiko, piramida ini dibiarkan terbengkalai, yang kemudian tertutup dedaunan dan tanah. Namun, menurut catatan, ketika orang Spanyol tiba pada tahun 1509, mereka tidak melihat struktur kuno apa pun, tetapi sebuah bukit yang akan berfungsi sebagai tempat yang bagus untuk sebuah kapel sehingga sebuah gereja didirikan di atas piramida yang tertutup rumput ini. Kini, orang-orang dapat mengunjungi situs ini untuk menjelajahi jaringan terowongan yang meliuk di bawah bukit, sebelum mencapai gereja untuk misa sore.

    Piramida Tikal, Guatemala

    Tersebar di hutan hujan lebat Guatemala utara, pengunjung akan menemukan sisa-sisa lima kuil piramida yang dibangun oleh bangsa Maya untuk menghormati dewa-dewa mereka antara tahun 300 hingga 900 Masehi. Piramida ini terlupakan dan ditinggalkan selama sekitar 800 tahun, struktur ini secara bertahap ditelan oleh hutan. Namun, orang masih dapat melihat yang tertinggi, Piramida IV, yang tampak seperti mengintip melalui kanopi.

    Teotihuacan, Meksiko

    Teotihuacan adalah situs arkeologi besar yang terletak di lembah Meksiko dan melingkupi beberapa struktur piramida yang didirikan pada zaman pra-Colombus. Reruntuhan Teotihuacan menjadi daya tarik wisatawan termasuk piramidanya. Piramida Matahari adalah yang paling mencolok, sementara itu Piramida Bulan juga patut dikunjungi. Dibangun dengan prinsip simbolis dan geometris yang ketat, struktur ini dibangun di jantung salah satu pusat budaya paling kuat di Mesoamerika, memungkinkan kawasan untuk memperluas pengaruh artistiknya ke seluruh kawasan dan sekitarnya.

    El Castillo, Belize

    Piramida Chichen Itza setinggi 98 kaki, dijuluki El Castillo, memiliki makna astronomis khusus. Setiap sisi memiliki 91 langkah, yang jika digabungkan dengan langkah bersama di atas, menjadi 365 langkah, yang berarti satu langkah untuk setiap hari dalam setahun. Terletak di dekat kota kecil Piste, yang menjadi daya tarik adalah selama ekuinoks musim semi atau musim gugur, bayangan dan cahaya membentuk rangkaian segitiga di sisi tangga utara. Jika diperhatikan dengan seksama, akan terlihat bayangan-bayangan tersebut membentuk bentuk ular yang seolah-olah sedang bergerak.

    Borobudur, Indonesia

    Tidak seperti piramida pada umumnya, kuil Buddha terbesar di dunia ini tidak dianggap sebagai piramida tradisional, sebab bangunannya itu cukup megah. Didirikan oleh Dinasti Syailendra selama abad ke-9, arsitektur Buddha Jawanya menampilkan pengaruh seni Gupta India. Setelah 100 tahun pembangunannya, dibiarkan terbengkalai, yang kemudian ditemukan kembali pada 1814 oleh Letnan Gubernur Inggris Sir Thomas Stamford Raffles. Sekarang, monumen dibangun sebagai tempat suci untuk memuliakan Buddha sekaligus berfungsi sebagai tempat ziarah untuk menuntun umat manusia beralih dari alam nafsu duniawi menuju pencerahan dan kebijaksanaan sesuai ajaran Buddha. Selain itu, para wisatawan yang mengunjungi situs ini akan berkeliling searah jarum jam di sepanjang jalan setapak untuk mencapai tingkat paling atas.

    ANDINI SABRINA | TIMES OF INDIA

    Baca jugaWisata Balon Udara: Menengok Tiga Kota Selain Cappadocia Turki

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Ustaz Abdul Somad Ditolak Masuk Singapura

    Ustaz Abdul Somad, yang populer dengan sebutan UAS, mengaku dideportasi dari Singapura. Dia mengunggah video suasana di imigrasi.