Alasan Hotel Menentukan Waktu Check In Pukul 14.00 dan Check Out Pukul 12.00

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi hotel. booking.com

    Ilustrasi hotel. booking.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat menginap di hotel, mengetahui waktu check in dan check out adalah salah satu hal ya g haeus diperhatikan tamu. Sebab, hal itu tentu dapat berpengaruh pada rencana menginap.

    Meski setiap hotel bisa menentukan waktu check in dan check out sendiri, tapi waktu paling umum untuk check in adalah pukul 14.00 dan check out pukul 12.00. Mengapa demikian?

    Menurut Smart Travel, tujuan utama para tamu menyewa kamar atau apartemen adalah untuk tidur. Maka manajemen hotel biasanya menetapkan pukul 12.00 untuk check out demi memastikan kualitas tidur tamu.

    Jika waktu check out lebih cepat, tentu bisa membuat ketidaknyamanan. Misalnya, waktu check in pukul 08.00 atau pukul 16.00, para tamu harus terburu-buru untuk sarapan dan berkemas pada hari berikutnya untuk check out atau terlalu dekat dengan waktu makan malam.

    Lalu mengapa waktu check in adalah pukul 14.00? Periode waktu ini adalah untuk staf housekeeping membersihkan kamar sebelum tamu baru datang. Mereka membutuhkan waktu sekitar 15-30 menit untuk membersihkan dan mengatur kamar.

    Pada beberapa hotel, penentuan waktu check in bisa didiskusikan menjadi lebih cepat. Asalkan tamu melaporkan lebih dulu ke resepsionis agar semua bisa disiapkan. Jika waktu check out terlambat, mungkin tamu akan dikenakan biaya tambahan atau charge.

    Baca juga: Jasa Marga akan Bangun Hotel di Rest Area Tol Trans Jawa

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya

    Grafis

    Ustaz Abdul Somad Ditolak Masuk Singapura

    Ustaz Abdul Somad, yang populer dengan sebutan UAS, mengaku dideportasi dari Singapura. Dia mengunggah video suasana di imigrasi.