Alasan Berwisata Selalu Berbeda, Maka Jenis Wisata pun Beragam

Reporter:
Editor:

Bram Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi wisata alam. Dok.Antara

    Ilustrasi wisata alam. Dok.Antara

    TEMPO.CO, Jakarta - Setiap orang yang melakukan berwisata belum tentu sama tujuannya. Ada berbagai jenis wisata yang tak sama perencanaannya. Begitu juga pengembangan kepariwisataan pun dibedakan menjadi beberapa jenis. Perkembangan pariwisata pada zaman modern ditandai berragam motif dan keinginan wisatawan. Sejak itu pula ditandai adanya badan atau organisasi yang menyusun dan mengatur perjalanan.

    Menurut R.G. Soekadijo, pariwisata adalah gejala yang kompleks dalam masyarakat, seperti dikutip dari buku Pengetahuan Dasar Ilmu Pariwisata. Adapun dalam kepariwisataan di antaranya terdapat hotel, objek wisata, suvenir, pramuwisata, angkutan wisata, biro perjalanan, rumah makan.      Sebab itulah tujuan perjalanan setiap orang berlainan.

    Berikut jenis wisata berdasarkan alasan dan tujuan perjalanan:

    • Business tourism

    Pelancong bepergian untuk tujuan dinas, usaha dagang, atau yang berhubungan dengan pekerjaannya, seperti kongres, seminar, dan lain-lain

    • Vacational tourism

    Pelancong melakukan perjalanan wisata terdiri atas orang-orang yang sedang berlibur, cuti, dan lain-lain

    • Educational tourism

    Perjalanan pelancong untuk tujuan belajar atau mempelajari suatu bidang ilmu pengetahuan, contohnya darmawisata (study tour).

    • Familiarization tourism

    Perjalanan anjangsana untuk mengenali bidang atau daerah yang mempunyai kaitan dengan pekerjaannya.

    • Scientific tourism

    Pelancong berwisata dengan tujuan pokok untuk observasi atau mendapat pelajaran tertentu tentang bidang ilmu pengetahuan.

    • Special mission tourism

    Perjalanan wisata dengan maksud khusus, misalnya misi kesenian, olahraga, dan lain-lain.

    • Hunting tourism

    Kunjungan wisata untuk perburuan binatang yang diizinkan. Aktivitas ini semata-mata hanya untuk hiburan.

    VIOLA NADA HAFILDA 

    Baca: Recuperational Tourism, Aktivitas Berwisata untuk Tujuan Kesehatan


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    RUU IKN: Ibu Kota Negara Baru Dinamai Nusantara

    Dengan UU IKN, pembangunan akan dilakukan secara bertahap. Ada tiga kementrian dan lebih dari dua ribu PNS yang akan dipindahkan pada tahap awal.