Antisipasi Omicron, Sultan Yogyakarta Monitor Ketat Fluktuasi Kasus Harian

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Sultan Hamengkubuwono X menyatakan penutupan destinasi wisata di Yogyakarta tak efektif cegah virus corona, karena sudah sepi pengunjung. Hal tersebut ia nyatakan usai menggelar rapat terkait wabah virus corona, dengan bupati dan walikota se-DIY di Ndalem Ageng, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis 19 Maret 2020. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    Sultan Hamengkubuwono X menyatakan penutupan destinasi wisata di Yogyakarta tak efektif cegah virus corona, karena sudah sepi pengunjung. Hal tersebut ia nyatakan usai menggelar rapat terkait wabah virus corona, dengan bupati dan walikota se-DIY di Ndalem Ageng, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis 19 Maret 2020. TEMPO/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah pusat telah mengeluarkan instruksi bagi setiap pemerintah daerah agar memantau potensi sebaran varian Covid-19 Omicron di wilayah. Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) saat ini tengah menanti hasil penelitian laboratorium atas 15 sampel dicurigai varian Omicron yang dikirim oleh Pemerintah Kota Yogyakarta dan Kabupaten Kulon Progo.

    Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan masih terus memonitor ketat fluktuasi kasus baru harian yang muncul di Yogya Januari ini bersamaan meningkatnya penyebaran varian Omicron khususnya di Jakarta. "Kami dapat report kasus aktif saat ini di Yogya yang dirawat di ranjang ICU (kritikal) ada 7 dan di ranjang non kritikal hanya 16 pasien, jadi yang di rumah sakit ada 23," kata Sultan, Jumat, 14 Januari 2022.

    Adapun dari laporan Gugus Tugas Covid-19 DIY, kasus aktif per Jumat ini totalnya tercatat 104 kasus. Sebagian besar pasien menjalani isolasi mandiri.

    Sultan menuturkan monitoring fluktuasi kasus saat ini penting demi mencegah terjadi lonjakan kasus Covid akibat varian Delta seperti pertengahan tahun lalu. "Karena yang baru-baru ini biarpun ada, relatif juga tanpa gejala," kata dia.

    Menurut Sultan, dinamika kasus Covid-19 di DIY saat ini bisa relatif cepat melandai karena penularan yang terjadi dalam lingkup kecil seperti keluarga sehingga penanganan jauh lebih mudah. Dengan masih dilakukannya penelitian sampel yang ada, Sultan mengaku belum mengetahui persis apakah varian tersebut sudah masuk Yogyakarta atau belum.

    "Kita tidak bisa membedakan Omicron atau tidak selain dari hasil laboratorium," kata Sultan.

    Sultan menuturkan varian Omicron seperti serpihan dari varian Delta yang sama-sama perlu diwaspadai. Terlebih penularan Omicron lebih cepat.

    Gugus Tugas Penangan Covid-19 DI Yogyakarta mencatat sejak 1 hingga 14 Januari 2022, kasus baru harian Covid-19 DIY tak pernah lebih dari 10 kasus. "Penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 di DIY hari ini sebanyak 3 kasus, positivity rate harian per hari ini 0,04 persen," kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY Berty Murtiningsih.

    Baca jugaTemui Sultan Yogyakarta, Garuda Indonesia Singgung Pemulihan Rute Penerbangan

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Micro-Lockdown 5 Kecamatan akibat Omicron

    Sejumlah kecamatan di Ibu Kota mengalami lonjakan kasus Omicron sehingga masuk ke zona kuning dan merah. Pemprov memberlakukan micro-lockdown.