Penonton MotoGP Mandalika Bisa Mampir ke 6 Destinasi Unggulan ini

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Foto udara destinasi wisata pantai Seger di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika di Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB. TEMPO/Ahmad Subaidi

    Foto udara destinasi wisata pantai Seger di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika di Kuta, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB. TEMPO/Ahmad Subaidi

    TEMPO.CO, Jakarta - Gelaran MotoGP Mandalika yang dijadwalkan pada 18-20 Maret mendatang diperkirakan akan mengundang kedatangan hingga 100 ribu penonton. Tentu saja, hal itu menjadi peluang besar bagi pariwisata dan ekonomi bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat.

    Penonton yang datang ke Sirkuit Mandalika tidak hanya bisa menikmati event balapan, tapi juga bisa menikmati potensi wisata alam yang dimiliki Lombok dan NTB. Menurut rilis dari Pegipegi, ada sejumlah tempat wisata unggulan di sekitar Mandalika yang bisa dikunjungi oleh para penonton.

    Pantai Seger

    Pantai ini terletak tak jauh dari Pantai Kuta atau berjarak sekitar 9 menit berkendara. Pantai Seger terkenal sebagai lokasi penyelenggaraan tradisi tahunan adat Sasak, Bau Nyale.

    Dalam tradisi itu, ratusan warga berkumpul di pinggir pantai untuk mengumpulkan cacing laut yang diyakini sebagai jelmaan Putri Nyale. Ia adalah sosok legenda yang rela menceburkan diri ke dalam laut supaya tidak terjadi perpecahan di Lombok. Tahun ini, tradisi Bau Nyale rencananya digelar pada pertengahan Februari.

    Bukit Merese

    Bukit ini berjarak sekitar 12 menit berkendara dari Sirkuit Mandalika. Untuk menuju puncaknya, wisatawan perlu mendaki sekitar 15 menit.

    Dari puncak bukit, pemandangan memukau garis Pantai Tanjung Aan dan Pantai Kuta serta gradasi warna biru air laut akan memanjakan mata. Berada di puncak saat matahari tenggelam adalah momentum terbaik di Bukit Merese.

    Pantai Tanjung Bongo

    Pantai ini terletak di balik Bukit Merese dan bisa dicapai dengan berjalan kaki.  Pantai Tanjung Bongo terbilang masih sepi dan bersih karena belum banyak yang tahu pantai ini.

    Pasirnya yang putih halus makin cantik dengan kombinasi air laut yang bening. Di pinggir pantainya terdapat semacam kolam atau jacuzzi alami yang asyik digunakan untuk berendam dan berenang.

    Pantai Tanjung Aan

    Pantai ini juga berada tak jauh dari Bukit Merese. Berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, Pantai Tanjung Aan terlihat melengkung dengan air yang jernih berwarna kebiruan.
    Pasir putih yang terhampar terkesan menawan dilengkapi ombak yang landai. Lautnya cocok untuk berenang dan snorkeling.

    Pantai Kuta Mandalika

    Pantai ini adalah pantai terpanjang di Mandalika. Pantai cantik ini berjarak sekitar 18 menit berkendara dari Sirkuit Mandalika dan dikelilingi pepohonan rindang serta gazebo yang bisa dimanfaatkan pengunjung pantai untuk beristirahat atau berteduh saat matahari terik.

    Pantai Kuta Mandalika telah dilengkapi berbagai fasilitas, termasuk fasilitas bermain anak. Di sini, cocok untuk berbagai aktivitas seperti piknik dan bermain di pantai.

    Desa wisata Sade

    Desa ini berjarak sekitar 27 menit berkendara dari Sirkuit Mandalika. Di desa ini, wisatawan bisa berinteraksi dengan penduduk asli Lombok, yaitu suku Sasak.

    Keunikan desa ini adalah semua bangunan rumah masih sangat tradisional dengan atap rumah yang terbuat dari ijuk, tembok dari anyaman bambu (tanpa paku) dan lantainya masih beralaskan tanah. Lantai rumah di desa ini juga dibersihkan dengan cara unik, yaitu menggunakan kotoran sapi. Desa wisata ini juga memiliki beragam kerajinan tangan, seperti tenun yang bisa menjadi oleh-oleh dari Mandalika.

    Baca jugaPilihan Wisata Bawah Laut di Sela Menonton MotoGP Mandalika, Coba Dive Six Blue


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Micro-Lockdown 5 Kecamatan akibat Omicron

    Sejumlah kecamatan di Ibu Kota mengalami lonjakan kasus Omicron sehingga masuk ke zona kuning dan merah. Pemprov memberlakukan micro-lockdown.