Seasonal Tourism dan Occasional Tourism, Berwisata yang terkait Momentum

Reporter:
Editor:

Bram Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Suasana Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) di Alun-Alun Kraton Yogyakarta, Selasa (22/1). PMPS merupakan pesta rakyat dalam rangkaian Upacara Sekaten atau peringatan Ulang Tahun Nabi Muhammad saw yang diadakan tiap tanggal 5 bulan Jawa yang jatuh 24 Januari 2013. TEMPO/Subekti

    Suasana Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) di Alun-Alun Kraton Yogyakarta, Selasa (22/1). PMPS merupakan pesta rakyat dalam rangkaian Upacara Sekaten atau peringatan Ulang Tahun Nabi Muhammad saw yang diadakan tiap tanggal 5 bulan Jawa yang jatuh 24 Januari 2013. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, JakartaBerwisata merupakan aktivitas untuk mengisi waktu luang melepas kepenatan. Aktivitas wisata pun terbagi dalam beberapa jenis, seperti dikutip dari buku Pengantar Ilmu Pariwisata. Dari beragam jenis pariwisata, dua di antaranya terkait momentum tertentu, yaitu seasonal tourism dan occasional tourism.

    Adapun seasonal tourism, aktivitas wisata yang dilakukan saat musim tertentu. Misalnya, pelancong ingin mendaki gunung. Sebaiknya dilakukan saat cuaca cerah atau bukan musim hujan. Demikian juga jika ingin berwisata sambil bersepeda. Sebab itulah, musim juga mempengaruhi aktivitas wisata tertentu.

    Sedangkan, occasional tourism adalah perjalanan wisata terkait acara tahunan, misalnya ingin menikmati suasana sekaten di Yogyakarta.  Sekaten merupakan acara tradisi yang selalu diadakan oleh Keraton Yogyakarta setiap tahun pada bulan Mulud (Maulid), biasanya dimulai pada 6 Rabiulawal hingga 12 Rabiulawal berdasarkan Kalender Jawa Sultan Agungan.

    Berwisata yang menyesuaikan momentum tertentu harus dengan perencanaan sejak jauh hari. Hal itu untuk memastikan waktu luang dengan acara yang ingin dikunjungi. Sebab, jika terlewat, maka kesempatan itu hanya akan diadakan lagi pada waktu berikutnya

    Aktivitas wisata memang tidak tunggal, seperti dikutip dari buku Pengetahuan Dasar Ilmu Pariwisata. Kepariwisataan biasanya menggambarkan beberapa jenis perjalanan dan penginapan sesuai keinginan seseorang untuk bepergian.  Sebab itulah, perencanaan dan pengembangan kepariwisataan pun dibedakan menjadi berbagai jenis.

    VIOLA NADA HAFILDA

    Baca: Astrotourism, Wisata Astronomi Menikmati Suasana Alam sambil Memandangi Langit


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Micro-Lockdown 5 Kecamatan akibat Omicron

    Sejumlah kecamatan di Ibu Kota mengalami lonjakan kasus Omicron sehingga masuk ke zona kuning dan merah. Pemprov memberlakukan micro-lockdown.