Shogun Tokugawa Pelopor Kagami Biraki atau Festival Kue Beras di Jepang

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Kastil era Shogun Tokugawa di Chubu. Foto: @lisaliecute

    Kastil era Shogun Tokugawa di Chubu. Foto: @lisaliecute

    TEMPO.CO, Jakarta - Setiap tanggal 11 Januari di tiap tahunnya, Jepang mempunyai festival khusus bernama Kagami Biraki. Secara harfiah, arti dari Kagami Biraki bermakna ‘membuka cermin’. Sebenarnya, Kagami biraki mengacu pada makna transisi dari satu tahap ke tahap lainnya. Perayaan Kagami Biraki mewakili awal baru untuk kehidupan baru dengan cara yang menguntungkan.

    Pemilihan angka 11 untuk waktu pelaksanaan festival ini bukan tanpa alasan. Orang Jepang percaya, angka ganjil dikaitkan dengan keberuntungan. Meskipun demikian, perayaan Kagami Biraki tidak selalu jatuh pada 11 Januari. Sebagaimana dijelaskan dalam matcha-jp.com, tetapi, yang terpenting perayaan ini umumnya dilakukan awal tahun baru. Kagami Biraki menandai peristiwa penting yang terjadi sepanjang tahun atau dalam kehidupan seseorang.

    Perayaan Kagami Biraki berupa memecahkan kagami mochi atau tong sake, kue beras yang dibuat sebagai persembahan kepada Dewa Tahun Baru. Dijelaskan dalam maidoardmore.com, Kagami Mochi telah disiapkan di altar rumah untuk dipecah menggunakan palu kemudian dimakan. Mochi ini kemudian dinikmati bersama oleh seluruh anggota jeluyarga.

    Mengutip dari cos-aikido.com, proses memasak mochi tersebut dilakukan secara khusus. Sebelum memakan mochi tersebut, mochi dimasak menggunakan sup spesial bernama zoni gurih atau zenzai kacang merah manis. Tekstur mochi yang dikenal lembut membuat kagami kochi mudah pecah berkeping-keping ketika di makan. Inilah filosofi utama dari perayaan Kagami Biraki, yang bermakna membuka cermin atau awal baru menggunakan mochi.

    Shogun Tokugawa IV menjadi pelopor pengadaan upacara ini, sejak 300 tahun yang lalu. Menjelang perang, Shogun mengumpulkan daimyo-nya di istana untuk membuka tong sake. Karena perang berhasil dimenangkan, membuka tong sake dijadikan sebagai tradisi yang melambangkan berdoa untuk hasil yang lebuh baik. Sejak kagami biraki pertama itu dilaksanakan di Jepang itu, upacara ini terus berlanjut dalam sejarah sampai saat ini. 

    NAOMY A. NUGRAHENI 

    Baca: 10 Makanan Jepang Familier di Indonesia, Ada Kue Kegemaran Doraemon

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

     


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Micro-Lockdown 5 Kecamatan akibat Omicron

    Sejumlah kecamatan di Ibu Kota mengalami lonjakan kasus Omicron sehingga masuk ke zona kuning dan merah. Pemprov memberlakukan micro-lockdown.