Sentra Rendang Kota Padang: Tempat Produksi, Pemasaran dan Kuliner Rendang

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Foto udara pembangunan Gedung Sentra Rendang di Lubuk Buaya, Padang, Sumatera Barat, Senin, 6 Desember 2021. (Antara/Iggoy El Fitra)

    Foto udara pembangunan Gedung Sentra Rendang di Lubuk Buaya, Padang, Sumatera Barat, Senin, 6 Desember 2021. (Antara/Iggoy El Fitra)

    TEMPO.CO, JakartaSentra Rendang di Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah Kota Padang siap menjadi ikon wisata kuliner baru. Tempat itu akan menjadi tempat produksi, pemasaran sekaligus kuliner.

    "Sentra Rendang ini diharapkan tidak saja menjadi tempat produksi, pemasaran, pengembangan dan pelatihan buat seluruh IKM yang berhubungan dengan rendang, namun juga bisa dijadikan sebagai pusat kunjungan wisata," kata Wali Kota Padang Hendri Septa di Padang, Jumat, 7 Januari 2022.

    Sentra Rendang itu telah mulai dibangun sejak 25 Mei 2021. Pengerjaannya akan segera selesai dalam waktu dekat.

    Pusat produksi dan pemasaran masakan rendang dibangun di lahan seluas 5.112 meter persegi dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dari Kementerian Perindustrian. Bangunan terdiri atas gedung promosi, gedung produksi, gedung kantor/UPTD dan gedung utilitas.

    Untuk pekerjaan landscape yang terdiri atas pagar, area parkir, taman, pos jaga dan area bermain anak serta bangunan penunjang lainnya akan dilanjutkan pembangunannya pada 2022 dengan menggunakan dana dari APBD Kota Padang.

    Hendri mengatakan rendang merupakan salah satu jenis makanan terlezat yang sudah mendunia. Hadirnya sentra rendang ini juga diharapkan meningkatkan sektor perdagangan dan pariwisata serta kuliner di Kota Padang.

    Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Padang Dian Fakri mengatakan pembangunan Sentra Rendang Kota Padang ini merupakan upaya memfasilitasi masyarakat, terutama para pelaku IKM rendang Kota Padang untuk melakukan kegiatan di tempat produksi yang khusus dan memenuhi prinsip cara produksi pangan olahan yang baik."Masing-masing IKM rendang nantinya kita harapkan dapat mempergunakan ruang produksi sendiri dengan tata letak yang sebelumnya sudah mengaplikasikan prinsip-prinsip Good Manufacturing Practise (GMP) sesuai dengan petunjuk dari Tim Teknis Tenaga Ahli dari BPOM yang sudah dilibatkan sejak awal penyusunan DED (Detail Enggineering Design)," kata dia.

    Baca jugaKeunikan Rasa dan Sajian Beragam Nasi Goreng Khas Nusantara


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Micro-Lockdown 5 Kecamatan akibat Omicron

    Sejumlah kecamatan di Ibu Kota mengalami lonjakan kasus Omicron sehingga masuk ke zona kuning dan merah. Pemprov memberlakukan micro-lockdown.