Sultan HB X ke Bandung: Cicip Ayam Goreng Panaitan, Bawa Tari Legendaris Keraton

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sultan Hamengkubuwono X menyambangi Bandung untuk menindaklanjuti kerja sama dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Dok.Istimewa

    Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sultan Hamengkubuwono X menyambangi Bandung untuk menindaklanjuti kerja sama dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Dok.Istimewa

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Raja Keraton yang juga Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X atau Sultan HB X melawat ke Bandung, Jawa Barat untuk menghadiri Gempita Budaya yang digelar Pemerintah Jawa Barat, Selasa, 7 Desember 2021.

    Kunjungan Sultan itu untuk menindaklanjuti Perjanjian Kerjasama Pengembangan Potensi Daerah dan Pelayanan Publik antara Provinsi Jawa Barat dan DIY yang diteken per 1 Desember 2021 di Kompleks Candi Prambanan Yogyakarta.

    Selama di Bandung, Sultan juga menyempatkan diri bersama permaisuri Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas napak tilas beberapa tempat di Kota Kembang itu ditemani Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau akrab disapa Kang Emil. Lokasi yang disambangi antara lain, kuliner legendaris di Kota Bandung Ayam Goreng Panaitan, Taman Cibeunying Selatan dan Pasar Cihapit.

    Sultan mengatakan sejarah harmonisnya Sunda-Jawa salah satunya disimbolkan dengan keberadaan dua beringin kembar di Alun-Alun Utara depan Keraton Yogyakarta. "Sejarah Ringin Kembar sebagai representasi akulturasi kekerabatan Jawa dan Sunda sejak masa lalu," kata Sultan dalam keterangannya, Selasa, 7 Desember 2021.

    Sultan mengatakan dua beringin kembar yang berada di Alun-Alun Utara itu bernama Kyai Jânândaru yang berasal dari Pajajaran ditanam di sebelah timur dan Kyai Déwândaru dari Majapahit di sebelah barat. Keharmonisan Sunda-Jawa itu mematahkan mitos yang selama ini menarasikan bahwa suku Sunda dan Jawa sulit dipersatukan akibat sejarah perang Babad yang diceritakan di masa kolonial 600 tahun silam.

    Dalam lawatan ke Bandung itu, Tari Bedhaya, tarian sakral Keraton Yogya untuk pertama kalinya ditampilkan di luar wilayah DIY. Selain Tari Bedhaya, delegasi seni budaya Yogyakarta menampilkan Tari Beksan Menak Kakung Umarmaya-Umarmadi. Sedangkan dari Jawa Barat menampilkan seni angklung populer Udjo yang membawakan lagu daerah dan nasional serta Tari Rampak Kendang yang bernuansa ceria dan persahabatan.

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menuturkan dalam
    Gempita Budaya merupakan rangkaian muhibah budaya antara Pemda Jawa Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta. "Setelah pekan lalu, kami hadir di gelaran Pesona Budaya Jabar di Yogyakarta, hari ini kami mengundang Yogyakarta untuk mempromosikan potensi pariwisata di Jawa Barat," kata dia.

    Ridwan Kamil mengatakan Sultan HB X dan Ratu Hemas kebetulan juga memiliki sejumlah kenangan di Kota Bandung. “Karena dulu, Ratu Hemas ini orang tuanya dinas di Bandung. Ngarso Dalem (Sri Sultan) sering mengunjungi," ujarnya.

    Baca jugaDi Candi Prambanan, Sultan HB X dan Ridwan Kamil Bikin Kerja Sama Wisata


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Micro-Lockdown 5 Kecamatan akibat Omicron

    Sejumlah kecamatan di Ibu Kota mengalami lonjakan kasus Omicron sehingga masuk ke zona kuning dan merah. Pemprov memberlakukan micro-lockdown.