Dilanda Banjir, Taman Wisata Alam Bantimurung Tutup Sementara

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Puluhan wisatawan lokal berenang di air terjun Taman Nasional Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, 17 Juli 2017. TEMPO/Subekti.

    Puluhan wisatawan lokal berenang di air terjun Taman Nasional Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, 17 Juli 2017. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta Taman Wisata Alam Bantimurung di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan ditutup sementara akibat banjir. Banjir itu berasal dari luapan Sungai Bantimurung yang berada dalam kawasan wisata tersebut.

    Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Maros Ferdiansyah mengatakan dalam tiga hari terakhir sejak 5-7 Desember 2021 hujan deras mengguyur bumi Butta Salewangang sehingga menimbulkan banjir di permukiman warga, termasuk objek wisata andalan Kabupaten Maros itu. Potensi hujan deras disertai angin kencang sebelumnya disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di Kabupaten Maros.

    "Sehingga pengelola wisata berinisiatif menutup sementara demi keselamatan pengunjung," kata Ferdi, Selasa, 7 Desember 2021.

    Menurut Ferdi, apabila cuaca sudah cerah dan air sudah surut, maka Taman Wisata Alam Bantimurung kembali dibuka untuk pengunjung dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19.

    Mengenai kondisi Sungai Bantimurung, Ferdi mengatakan hampir setiap tahun pada saat musim hujan, sungai itu meluap jika intensitas curah hujan tinggi.

    Saat air sungai keruh dan volumenya besar, pengunjung tidak diperkenankan mandi-mandi di sekitar air terjun. "Hal ini agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan pada pengunjung, meskipun terdapat ban pengaman yang disewakan," kata Mustari, salah satu petugas di Bantimurung.

    Baca jugaTidak Hanya Kupu-Kupu, Ini 7 Destinasi Wisata di Taman Nasional Bantimurung


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Ahok dalam Empat Nama Kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru

    Nama Ahok sempat disebut dalam empat nama kandidat kepala otorita Ibu Kota baru. Siapa tiga nama lain yang jadi calon pengelola IKN Nusantara?