Survei: 53 Persen Masyarakat Mau Habiskan Libur Natal dan Tahun Baru di Rumah

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi liburan keluarga (pixabay.com)

    Ilustrasi liburan keluarga (pixabay.com)

    TEMPO.CO, JakartaLibur Natal dan Tahun Baru segera tiba. Namun ternyata sebagian besar masyarakat memilih untuk menghabiskan waktu libur akhir tahun di rumah saja.

    Hal tersebut terungkap dalam survei yang dilakukan oleh indoguidebook.com. Dalam survei itu, hasilnya sebanyak 53 persen responden mengaku akan menghabiskan waktu libur Natal dan Tahun Baru di rumah saja.

    "53 persen responden akan menghabiskan waktu liburan di rumah saja. Sementara 47 persen merencanakan untuk berangkat liburan akhir tahun dengan destinasi mayoritas ke luar kota,” kata Content Marketing Specialist IndoGuideBook, M. Ridho Utama melalui keterangan tertulis, Senin, 6 Desember 2021.

    Tapi masyarakat ternyata memilih tetap di berada di rumah bukan karena pandemi Covid-19. Sebanyak 46 persen responden menyatakan bahwa alasan utama mereka tidak ingin pergi liburan akhir tahun narena tidak memiliki uang untuk dialokasikan terhadap kegiatan liburan.

    Ridho mengatakan sebanyak 66 persen calon pelaku wisata menyatakan setuju adanya kebijakan pemerintah yang mewajibkan para calon wisatawan untuk melaksanakan rapid test antigen atau swab PCR. "Alasannya tentu saja demi mencegah penyebaran dan penularan virus Covid-19," ujarnya.

    Sementara itu, 78 persen responden menyebutkan masker menjadi barang yang wajib untuk dibawa kemana-mana di masa pandemi. Di posisi kedua ada hand sanitizer dan posisi ketiga adalah barang lainnya seperti alat makan sendiri, disinfektan dan tisu basah.

    Adapun untuk moda transportasi yang paling mungkin mereka gunakan pada saat berangkat liburan akhir tahun adalah mobil (56 persen), pesawat (30 persen) kemudian moda transportasi lain seperti motor, kereta, bus dan kapal. Di tempat tujuan berlibur, mayoritas responden (63 persen) menyatakan bahwa akan menginap di hotel. Sebanyak 21 persen memilih untuk menginap di sebuah villa terpencil dan 10 persen memilih untuk menyewa rumah di tempat tujuan. Sisanya sebanyak 5 persen esponden memiliki jawaban yang bervariasi, salah satunya adalah menginap di rumah keluarga.

    Survei tentang libur Natal dan Tahun Baru tersebut melibatkan sebanyak 223 responden pada 29—30 Oktober 2021. Adapun, metode penelitian dan pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling/pengambilan sampel acak sederhana.

    Baca jugaLibur Natal dan Tahun Baru, Kota Bogor Siapkan Rencana Rekayasa Lalu Lintas


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Micro-Lockdown 5 Kecamatan akibat Omicron

    Sejumlah kecamatan di Ibu Kota mengalami lonjakan kasus Omicron sehingga masuk ke zona kuning dan merah. Pemprov memberlakukan micro-lockdown.