Mau ke Karimunjawa Bulan ini? Siapkan Rencana Antisipasi Akibat Gelombang Tinggi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Wisatawan melakukan aktivitas selam permukaan di sekitar Pulau Cilik, Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, 4 Agustus 2018. ANTARA FOTO/Aji Styawan

    Wisatawan melakukan aktivitas selam permukaan di sekitar Pulau Cilik, Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, 4 Agustus 2018. ANTARA FOTO/Aji Styawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Wisatawan yang ingin menuju destinasi wisata Pulau Karimunjawa Jawa Tengah perlu terus memantau kondisi cuaca di bulan ini sebelum keberangkatan. Sebab, keberangkatan menuju pulau itu bisa jadi ditunda atau dibatalkan akibat cuaca buruk.

    Kepala Bidang Perhubungan Laut Dinas Perhubungan Kabupaten Jepara Suroto mengatakan setiap memasuki Desember memang masuk musim baratan yang ditandai dengan gelombang tinggi di Perairan Laut Jepara. Maka, masyarakat setempat maupun wisatawan yang memang hendak ke Karimunjawa perlu mengetahui potensi gelombang tinggi yang bisa membahayakan pelayaran.

    "Pelaku wisata juga sudah menginformasikan kepada para calon wisatawan bahwa ketika sudah dijadwal ternyata terjadi gelombang tinggi, maka uangnya akan dikembalikan," kata Suroto, Senin, 6 Desember 2021.

    Seperti yang terjadi pada Ahad, 5 Desember lalu. Kapal motor penumpang yang biasa melayani penyeberangan dari Pelabuhan Jepara menuju Pulau Karimunjawa Jawa Tengah tak bisa beroperasi karena gelombang tinggi yang mencapai 2,5-4 meter.

    Namun kapal motor itu mulai beroperasi kembali pada Senin, 6 Desember karena gelombang cukup landai, yaitu 0,5-1 meter sehingga aman untuk aktivitas penyebarangan kapal penumpang.

    Sementara jadwal penyeberangan untuk hari berikutnya, kata Suroto, masih menunggu prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

    Karena itu, Suroto mengimbau wisatawan mempersiapkan betul rencananya ke Karimunjawa dan mengantisipasi kemungkinan cuaca buruk itu. "Ketika terlanjur sampai di Karimunjawa ternyata terjadi gelombang tinggi sehingga jadwal kepulangan juga tertunda tentunya harus mempersiapkan uang saku yang lebih banyak," ujarnya.

    Suroto mengatakan wisatawan juga bisa menggunakan alternatif transportasi lain, yaitu pesawat terbang dari Karimunjawa. Pesawat itu bisa beroperasi dengan kapasitas penumpang cukup memadai.

    Baca juga: Kawasan Wisata Gunung Bromo Aman dari Erupsi Gunung Semeru

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    RUU IKN: Ibu Kota Negara Baru Dinamai Nusantara

    Dengan UU IKN, pembangunan akan dilakukan secara bertahap. Ada tiga kementrian dan lebih dari dua ribu PNS yang akan dipindahkan pada tahap awal.