Kawasan Wisata Gunung Bromo Aman dari Erupsi Gunung Semeru

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Suasana sepi Gunung Bromo di Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu 27 Juni 2020. Pembukaan kawasan wisata Gunung Bromo di era normal baru ini menunggu rekomendasi Gugus Tugas COVID-19 terkait penerapan protokol kesehatan untuk kawasan wisata. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    Suasana sepi Gunung Bromo di Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu 27 Juni 2020. Pembukaan kawasan wisata Gunung Bromo di era normal baru ini menunggu rekomendasi Gugus Tugas COVID-19 terkait penerapan protokol kesehatan untuk kawasan wisata. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, tidak berdampak pada aktivitas wisata di kawasan Gunung Bromo. Destinasi wisata Gunung Bromo tetap buka seperti biasa.

    Kepala Sub-Bagian Data, Evaluasi, dan Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Sarif Hidayat mengatakan, meskipun kawasan Gunung Bromo berada dalam satu wilayah taman nasional dengan Gunung Semeru, tidak ada implikasi dari erupsi yang terjadi pada Sabtu, 4 Desember 2021. "Semua beroperasi normal. Yang penting wisatawan terus waspada dan mematuhi protokol kesehatan dengan ketat," kata Sarif pada Minggu, 5 Desember 2021.

    Mengenai erupsi Gunung Semeru, Sarif memastikan tidak ada pendaki di area gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut. Sejak 3 Juli 2021, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menutup pendakian Gunung Semeru. "Dan sampai hari ini pendakian masih kami tutup," ujarnya.

    Warga berlari membawa barang yang bisa diselamatkan dari rumahnya yang rusak akibat erupsi Gunung Semeru di Desa Supiturang, Kecamatan Pranajiwa, Lumajang, Jawa Timur, 5 Desember 2021. Mereka tampak kembali ke rumahnya untuk menyelamatkan barang-barang yang tersisa. Foto: Aris Novia Hidayat

    Destinasi wisata Gunung Bromo mencakup empat wilayah, yakni Kabupaten Malang, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Pasuruan. Wisatawan boleh masuk ke destinasi wisata ini dengan menerapkan protokol kesehatan dan mematuhi pembatasan jumlah pengunjung maksimal 25 persen dari total daya tampung.

    Ada lima titik yang bisa dikunjungi wisatawan di kawasan Gunung Bromo. Ada Bukit Cinta dengan kapasitas 31 wisatawan, Bukit Kedaluh untuk 107 wisatawan, Penanjakan dengan kuota 222 wisatawan, Mentigen sebanyak 55 wisatawan, dan Savana Teletubbies untuk 319 wisatawan setiap hari.

    Seluruh pintu masuk ke Gunung Bromo terbuka saat seluruh wilayah penyangga destinasi wisata itu berstatus PPKM Level 2. Nanti, saat libur Natal dan tahun baru, maka seluruh kawasan tadi akan berstatus PPKM Level 3, termasuk Gunung Bromo.

    Baca juga:
    Wajib Kunjung, 7 Titik Asyik Saat Wisata ke Gunung Bromo

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Ahok dalam Empat Nama Kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru

    Nama Ahok sempat disebut dalam empat nama kandidat kepala otorita Ibu Kota baru. Siapa tiga nama lain yang jadi calon pengelola IKN Nusantara?