Menyelam di Nusa Penida Bersama Mola Mola, Ikan Berjuluk Ocean Sunfish

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Penampakan ikan Mola Mola. Dok.kkp.go.id

    Penampakan ikan Mola Mola. Dok.kkp.go.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Bali memiliki begitu banyak pesona yang selaku dapat mengundang wisatawan untuk datang. Salah satu yang paling istimewa adalah Mola Mola, ikan laut raksasa yang bisa ditemukan di Nusa Penida.

    Di Nusa Penida terdapat sebuah spot menyelam yang disebut Crystal Bay. Di sana lah biasanya Mola Mola muncul dan dapat dilihat oleh para penyelam.

    Mola Mola yang dikenal juga dengan sebutan ocean sunfish ini merupakan kerabat ikan buntal berdiameter sekitar tiga meter dan beratnya mencapai satu ton atau lebih. Mola Mola terbesar tercatat dengan berat 2,5 ton.

    Dalam bahasa Latin, Mola berarti 'batu giling' yaitu gumpalan batu abu-abu bulat. Di Prancis, Mola Mola adalah ikan bulan dan orang Jerman menyebutnya Schwimmender Kopf, yang diterjemahkan menjadi 'kepala renang'.

    Mola Mola termasuk pemalu tetapi mereka akan sering tinggal di satu area untuk waktu yang lama jika mereka tidak terganggu. Maka saat akan melihatnya, penyelam harus menjaga jarak setidaknya 10 meter.

    Waktu terbaik untuk menyaksikan Mola Mola di Crystal Bay adalah antara Juli dan Oktober. Kebanyakan penyelam datang untuk melihat Mola Mola pada bulan Agustus dan September yang dapat menyebabkan lokasi penyelaman yang ramai. Peluang untuk melihat Mola Mola bisa lebih tinggi di sekitar bulan purnama ketika termoklin air dingin lebih melimpah.

    Hal yang penting diketahui Mola Mola telah dikategorikan sebagai hewan yang rentan terhadap kepunahan oleh International Union for Conservation of Nature. Menurut data Kementerian Kelautam dan Perikanan, Ikan besar itu sering menjadi korban kecelakaan dalam lalu lintas perairan laut seperti tersangkut di baling-baling kapal perahu atau tertabrak. Begitu lamban gerakannya membuat ia tak dapat menghindar dari kecepatan kapal tersebut. Sampah-sampah laut juga menjadi salah satu penyebab kematiannya karena tersedak akibat menelan sampah plastik yang disangkanya adalah ubur-ubur. Tapi perburuan ilegal menjadi faktor utama yang membuat keberadaan Mola Mola hampir punah.

    Baca jugaPUWSI: Kegiatan Ekowisata Selam Kian Diminati Selama Pandemi Covid-19

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Ahok dalam Empat Nama Kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru

    Nama Ahok sempat disebut dalam empat nama kandidat kepala otorita Ibu Kota baru. Siapa tiga nama lain yang jadi calon pengelola IKN Nusantara?