Potensi Tsunami di Pantai Cilegon: Penjelasan BMKG dan Antisipasi BPBD

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Deburan ombak pantai Bayah di Lebak, Banten, 22 September 2014. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Deburan ombak pantai Bayah di Lebak, Banten, 22 September 2014. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, JakartaBadan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Banten meminta masyarakat di pesisir pantai untuk mewaspadai potensi bencana tsunami. Bencana itu berpotensi terjadi namun tak dapat diprediksi.

    "Kita potensi tsunami memang ada, tetapi tidak bisa diprediksi kapan tsunami akan terjadi," kata Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten Nana Suryana dalam keterangannya, Kamis, 2 Desember 2021.

    Sebelumnya beredar informasi soal potensi tsunami hingga delapan meter di Cilegon atau kawasan wisata di Selat Sunda, seperti kawasan Anyer, Carita, Labuhan, Panimbang, Sumur, Binuangeun, Cihara, Panggarangan, Bayah, dan Sawarna. Potensi tsunami skenario terburuk itu disampaikan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat rapat kerja di DPR, Rabu 1 Desember 2021 terkait dengan potensi cuaca buruk pada libur Natal dan Tahun Baru.

    Menurut Nana, mitigasi bencana tetap perlu disiapkan karena potensi tsunami itu belum bisa diprediksi kapan waktu dan tanggal terjadinya. "Kita perlu kesiapsiagaan dalam menyikapi potensi bencana tsunami untuk mengurangi risiko kebencanaan," ujarnya.

    Ia juga meminta warga tidak panik terkait dengan potensi tsunami di pesisir Banten itu. BPBD Banten hingga saat ini terus berkoordinasi dengan BMKG. Beberapa alat deteksi dini (early warning system) milik BMKG ada yang ditempatkan di BPBD Banten.

    Wali Kota Cilegon Heldy Agustian juga meminta agar kesiapsiagaan dan mitigasi bencana dilakukan oleh perusahaan di Kota Cilegon. Hal tersebut disampaikannya lewat surat imbauan yang dikeluarkan pada Rabu, 1 Desember 2021.

    "Mempersiapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk antisipasi potensi bencana tsunami termasuk keamanan perusahaan, keselamatan karyawan dan masyarakat sekitar," ujarnya dalam surat itu. Heldy juga meminta perusahaan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mempersiapkan langkah-langkah antisipasi tersebut.

    BMKG telah memperjelas bahwa tsunami 8 meter tidak dapat diprediksi akan terjadi di periode Desember hingga Januari 2022. BMKG tidak bermaksud memberikan prediksi bahwa akan terjadi tsunami selama periode Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

    “Cilegon hanya sebagai contoh salah satu wilayah yang rawan dan memiliki potensi tsunami seperti halnya wilayah lain di Indonesia yang memiliki potensi dan catatan sejarah tsunami,” kata BMKG dalam pernyataannya, Jumat, 2 Desember 2021.

    Baca juga: Peringatan BMKG di Libur Natal dan Tahun Baru: Waspada Bencana Hidrometeorologi


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Micro-Lockdown 5 Kecamatan akibat Omicron

    Sejumlah kecamatan di Ibu Kota mengalami lonjakan kasus Omicron sehingga masuk ke zona kuning dan merah. Pemprov memberlakukan micro-lockdown.