Sleman Buka Wisata Kali Bedog Kampung Flory, Rekreasi dan Edukasi Sungai

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Prosesi tabur benih ikan menandai pembukaan wahana wisata Kali Bedog Kampung Flory Sleman, Kamis, 2 Desember 2021. Dok. Istimewa

    Prosesi tabur benih ikan menandai pembukaan wahana wisata Kali Bedog Kampung Flory Sleman, Kamis, 2 Desember 2021. Dok. Istimewa

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Pengembangan destinasi wisata berbasis alam pedesaan terus digencarkan di Kabupaten Sleman. Salah satunya lewat destinasi yang berada dalam zona wisata yang sudah cukup dikenal wisatawan, yakni di Kampung Flory di Desa Tlogoadi, Kecamatan Mlati Sleman.

    Kampung Flory lahir medio 2015 dan menjadi salah satu destinasi wisata berbasis local wisdom yang mengandalkan budidaya sektor pertanian, perikanan dan perkebunan. Kali ini, destinasi yang kawasannya dilewati sungai jernih itu meluncurkan wahana baru bernama Wisata Kali Bedog pada Kamis, 2 Desember 2021.

    "Kali Bedog ini memang menjadi ikon Kampung Flory yang memiliki potensi sendiri untuk diangkat menjadi daya tarik wisata," kata pengelola Kampung Flory Sudihartono.

    Jika selama ini wisatawan yang mampir ke Kampung Flory disuguhi aneka kuliner ikan air tawar, outbond dan susur desa, dengan wahana Wisata Kali Bedog ini wisatawan akan diajak mengeksplorasi kawasan sungai dan edukasi pelestarian. Wisatawan juga bisa bermain air sembari menikmati lebih nyaman kawasan sungai yang masih alami dan tertata rapi.

    Peluncuran wisata Kali Bedog di Kampung Flory ini juga didorong rasa ingin bangkit dari keterpurukan akibat pandemi. “Kami juga sudah membentuk koperasi, dan melakukan sineri untuk mengangkat potensi Kali Bedog ini,” kata Sudihartono.

    Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan di awal pendiriannya, Kampung Flory merupakan wisata agro yang didirikan dengan semangat untuk dapat memikat kembali generasi muda agar tertarik ke dunia pertanian serta mampu memberikan kesejahteraan masyarakat sekitar. “Namun seiring waktu, Kampung Flory semakin dinamis dalam mengelola potensi wilayahnya, sehingga bisa menciptakan banyak wahana yang membuat wisatawan betah," kata dia.

    Di Kampung Flory, juga bermunculan homestay yang dikelola warga.

    Menurut Kustini, sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang dikembangkan dan diandalkan sebagai faktor pendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sleman. "Sektor pariwisata sangat berpotensi meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya dalam menciptakan lapangan kerja," kata dia.

    Kustini mengatakan pengembangan desa wisata di Sleman perlu digenjot untuk menekan urbanisasi, mengurangi jumlah pengangguran dan membuka peluang usaha baru. "Sehingga mindset masyarakat dalam upaya mandiri ekonomi tidak hanya terkotak keinginan untuk menjadi pekerja, namun juga membuka peluang usaha dengan pengelolaan potensi wilayahnya," ujarnya.

    Baca jugaOleh-oleh dari Sleman Yogyakarta Tak Cuma Salak dan Tempe, Ada Lagi yang Menarik

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Micro-Lockdown 5 Kecamatan akibat Omicron

    Sejumlah kecamatan di Ibu Kota mengalami lonjakan kasus Omicron sehingga masuk ke zona kuning dan merah. Pemprov memberlakukan micro-lockdown.