Varian Omicron Ditemukan di Korea Selatan dan Arab Saudi, Pelonggaran Ditunda

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Dua perempuan berjalan di jalanan yang kosong di tengah aturan jarak sosial yang diperketat akibat pandemi penyakit virus corona (COVID-19) di Seoul, Korea Selatan, 12 Juli 2021. [REUTERS/Heo Ran]

    Dua perempuan berjalan di jalanan yang kosong di tengah aturan jarak sosial yang diperketat akibat pandemi penyakit virus corona (COVID-19) di Seoul, Korea Selatan, 12 Juli 2021. [REUTERS/Heo Ran]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada Rabu, 1 Desember 2021, Korea Selatan melaporkan lima kasus pertama Covid-19 varian OmicronTemuan itu dilaporkan oleh Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDA) di tengah lonjakan kasus harian yang memicu kekhawatiran terhadap beban sistem kesehatan di negara itu.

    Menurut KCDA, dua dari lima kasus itu adalah pasangan yang telah divaksin penuh dan dinyatakan positif terinfeksi varian Omicron setelah tiba dari Nigeria pekan lalu. Tiga kasus lainnya adalah dua kerabat dan seorang teman dari pasangan tersebut.

    Munculnya varian Omicron pun mendorong pemerintah Korea Selatan untuk menghentikan rencana pelonggaran aturan lebih lanjut. Negara ini sebelumnya telah melonggarkan sejumlah pembatasan sejak awal November lalu.

    Bahkan, konferensi pemelihara perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa yang semula diharapkan dapat menarik lebih dari 700 orang ke Seoul pekan depan akan diadakan secara daring.

    Korea Selatan telah melakukan vaksinasi  lengkap terhadap hampir 92 persen penduduk dewasa dan sekarang fokus pada vaksinasi anak-anak dan program booster. Namun, para ahli memperingatkan bahwa kasus akan terus meningkat sampai orang yang tidak divaksin memperoleh kekebalan alami melalui infeksi.

    "Untuk memperlambat laju gelombang infeksi saat ini, pihak berwenang dapat menurunkan jumlah kasus dengan menerapkan kembali pembatasan sosial," kata Jung Jae-hun, seorang profesor pengobatan preventif di Universitas Gachon.

    Varian Omicron pertama kali dilaporkan pada 24 November di Afrika Selatan, di mana infeksi telah meningkat tajam. Sejak itu Omicron menyebar ke lebih dari selusin negara dan membuat banyak negara segera melakukan penutupan perbatasannya.

    Selain Korea Selatan, Arab Saudi melaporkan satu temuan kasus Covid-19 varian Omicron. Pemerintah setempat menyebutkan orang itu adalah warga negara Saudi yang telah melakukan perjalanan dari negara Afrika Utara, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

    Pihak berwenang Arab Saudi pun telah mengisolasi orang tersebut dan orang-orang yang melakukan kontak dengan pasien varian Omicron itu. "Investigasi epidemiologis telah dimulai dan pasien telah dikirim ke karantina, di mana prosedur kesehatan terakreditasi diikuti," kata sumber kementerian kesehatan, dikutip dari Saudi Gazette.

    ANTARA | REUTERS | SAUDI GAZETTE

    Baca juga: Korea Selatan Menjadikan Pantai Busan Sebagai Kota Terapung pada 2025

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Micro-Lockdown 5 Kecamatan akibat Omicron

    Sejumlah kecamatan di Ibu Kota mengalami lonjakan kasus Omicron sehingga masuk ke zona kuning dan merah. Pemprov memberlakukan micro-lockdown.