Cara Yogyakarta Antisipasi Ledakan Kasus Covid-19 dan Munculnya Varian Omicron

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Suasana keramaian di dekat Istana Negara Yogyakarta di Jalan Malioboro pada Minggu, 31 Oktober 2021. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    Suasana keramaian di dekat Istana Negara Yogyakarta di Jalan Malioboro pada Minggu, 31 Oktober 2021. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta tak mau kecolongan untuk kedua kali dengan merebaknya Covid-19 varian Omicron. Virus corona jenis baru ini sudah memicu ledakan kasus di sejumlah negara.

    Sekretaris DI Yogyakarta, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, pemerintah sangat waspada supaya jangan sampai varian itu masuk. "Terlebih sekarang mendekati libur Natal dan tahun baru," kata Aji pada Senin, 29 November 2021.

    Untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 dan munculnya varian Omicron ini, Aji menuturkan, segera mengaktifkan kembali shelter isolasi terpadu. Di antaranya Shelter Universitas Gadjah Mada (UGM), Shelter Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Shelter Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO), dan Hotel Mutiara. Pemerintah juga menginstruksikan rumah sakit rujukan di Yogyakarta untuk bersiaga.

    Aji menuturkan kesiagaan layanan penanganan Covid-19 ini memiliki dua fungsi. Pertama, antisipasi di Yogyakarta secara keseluruhan serta menjelang libur Natal dan tahun baru yang bakal dipenuhi wisatawan. Kedua, meredakan munculnya klaster Covid-19 di sekolah yang belum juga menurun di Yogyakarta.

    "Kami mengingatkan wisatawan dan masyarakat, meski Covid-19 varian Omricon ini belum terdeteksi, perlu menjadi peringatan bagi kita untuk lebih berhati-hati dan tetap disiplin protokol kesehatan," kata dia. Pemerintah DI Yogyakarta mendukung kebijakan perpanjangan masa karantina, dari tiga hari menjadi tujuh hari, akibat munculnya virus corona jenis baru itu.

    Kendati penerbangan internasional belum beroperasi di Yogyakarta, wisatawan mancanegara yang masuk ke Yogyakarta tetap akan disaring untuk mengantisipasi penularan virus. Kepala Dinas Sosial DI Yogyakarta, Endang Patmintarsih mengatakan, sudah mengaktifkan shelter Covid-19 milik pemerintah secara bertahap. "Dari total 33 shelter, satu shelter sudah mulai aktif," kata dia.

    #pakaimasker #jagajarak #cucitanganpakaisabun #hindarikerumunan #vaksinasicovid-19

    Baca juga:
    Kasus Covid-19 Yogyakarta Mulai Naik, Pemerintah Pantau Ketat Destinasi Wisata

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Ahok dalam Empat Nama Kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru

    Nama Ahok sempat disebut dalam empat nama kandidat kepala otorita Ibu Kota baru. Siapa tiga nama lain yang jadi calon pengelola IKN Nusantara?