Bukti World Superbike Menggerakkan Ekonomi dan Pariwisata Mandalika Lombok NTB

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Kondisi Sirkuit Pertamina Mandalika jelang start Race 1 World Superbike, 20 November 2021. (ANTARA/Aditya E.S. Wicaksono)

    Kondisi Sirkuit Pertamina Mandalika jelang start Race 1 World Superbike, 20 November 2021. (ANTARA/Aditya E.S. Wicaksono)

    TEMPO.CO, Mataram - PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan pengelola Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata The Mandalika Lombok, menyatakan perhelatan Motul FIM Superbike World Championship atau World Superbike pada 19-21 November 2021 membangkitkan perekonomian Pulau Lombok.

    Direktur Operasi dan Inovasi Bisnis ITDC, Arie Prasetyo mengatakan, salah satu laporan yang dia terima tentang perbaikan ekonomi pengusaha pariwisata ini terjadi pada jasa transportasi. "Seorang pengusaha penyewaan kendaraan mengatakan biasanya mereka mendapatkan omzet Rp 10 sampai 15 juta per bulan. Namun memasuki awal hingga 23 November kemarin, omzetnya melonjak hampir Rp 70 juta," tutur Arie Prasetyo.

    Di sektor akomodasi, agenda World Superbike meningkatkan okupansi hotel mencapai 95 persen. Ketua Mandalika Hotel Association (MHA), Samsul Bahri mengatakan, sebelum World Superbike di Sirkuit Mandalika, okupansi hotel rata-rata 15 persen. "Sebelum, selama, dan sesudah acara World Superbike, tingkat okupansi hotel naik signifikan," ujarnya.

    Peningkatan okupansi hotel ini tidak hanya terjadi di The Mandalika, melainkan juga berdampak pada akomodasi lainnya di luar Kawasan The Mandalika hingga Senggigi. Permintaan yang cukup tinggi terhadap penyediaan kamar hotel juga membuka peluang kerja bagi karyawan yang sempat dirumahkan karena pandemi.

    "Event World Superbike kemarin menjadi sebuah event luar biasa yang memantik kebangkitan pariwisata, khususnya di Pulau Lombok setelah 1,5 tahun terkekang pandemi Covid-19," kata Samsul. Sebanyak 54 usaha perhotelan yang bernaung dalam Mandalika Hotel Association merasakan manfaat dari acara acara tersebut.

    Ranah usaha mikro, kecil, menangah atau UMKM turut bergerak karena World Superbike. UMKM yang menjual makanan dan minuman termasuk yang paling merasakan manfaat ekonomi dari penyelenggaraan event ini. Seorang penjual makanan yang membuka gerai di area dalam Sirkuit Mandalika, Basma bersyukur dagangannya laku keras. "Para penonton sudah mulai belanja makanan sejak pukul 09.00 WITA dan pukul 13.00 WITA sudah habis," ujarnya.

    Soal pendapatan asli daerah dari perhelatan World Superbike 2021, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menyatakan terdapat tambahan dari pajak hiburan sebesar 15 persen, pajak parkir 30 persen, serta pajak restoran dan hotel sebesar 15 persen. Pelaksanaan World Superbike merekrut 1.475 tenaga kerja dari NTB, termasuk penduduk dari enam desa penyangga The Mandalika. Mereka bertugas sebagai marshal, Covid-19 safety, kru medis, kru event, crowd control, dokumentasi, kebersihan, tiket, transportasi, sampai pengelola sampah.

    Baca juga:
    8 WNA yang Dilarang Masuk Indonesia untuk Mencegah Covid-19 Varian B.1.1.529

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Micro-Lockdown 5 Kecamatan akibat Omicron

    Sejumlah kecamatan di Ibu Kota mengalami lonjakan kasus Omicron sehingga masuk ke zona kuning dan merah. Pemprov memberlakukan micro-lockdown.