Sleman Temple Run, Lomba Lari Sambil Menikmati Keindahan Candi-candi dan Seni

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Destinasi wisata Tebing Breksi di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Dok. Pemda Sleman

    Destinasi wisata Tebing Breksi di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Dok. Pemda Sleman

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta akan menggelar ajang lomba lari alam bertajuk Sleman Temple Run pada Ahad, 28 November 2021 mulai start pukul 05.15 WIB dari komplek Candi Banyunibo, Bokoharjo, Prambanan, Sleman.

    “Ada sejumlah 500 pelari yang akan ikut ajang ini,” kata Kepala Dinas Pariwisata Sleman Suparmono, Jumat, 26 November 2021.

    Suparmono menuturkan event lari ini merupakan perpaduan antara olah raga lari lintas alam, wisata dengan lintasan masuk ke komplek candi-candi dan suguhan kesenian lokal untuk cheering para pelari saat melewati candi.

    Panitia kegiatan dari komunitas Trail Runners Yogyakarta Rostian mengatakan lomba terbagi dalam tiga kategori yaitu kategori 25 kilometer dengan peserta 100 orang, 13 kilometer dengan peserta 210 orang dan kategori 7 kilometer dengan peserta 190 orang.

    Adapun untuk kategori 7 kilometer akan melewati Candi Banyunibo-Spot Riyadi–Candi Ratu Boko dan Candi Barong. Lalu untuk kategori 13 kilometer akan melewati Candi Banyunibo-Candi Ijo-Candi Miri-Spot Riyadi-Candi Sojiwan-Candi Ratu Boko dan Candi Barong. Sedangkan untuk kategori 25 kilometer melewati Candi Banyunibo - Candi Ijo-Candi Miri-Spot Riyadi-Candi Sojiwan-Candi Ratu Boko dan Candi Barong.

    “Kami menawarkan reward bagi para pemenang dengan total hadiah Rp 146 juta untuk semua kategori,” kata Rostian. Dalam event ini juga disiapkan fotografer untuk mengambil gambar para pelari saat melewati spot-spot yang bagus saat mereka berlari.

    Sleman Temple Run sudah dilaksanakan sejak 2015 di Tebing Breksi, pada 2016 di Tebing Breksi, pada 2017 di Tebing Breksi pada 2018 dan 2019 di Candi Banyunibo. Hingga saat ini lari lintas alam dengan kemasan Sleman Temple Run ini tidak dimiliki oleh daerah atau negara lain.

    “Hal ini merupakan salah satu keunikan dan daya tarik yang experience-nya tidak ditemukan pada event lari lainya,” kata Rostian. Event ini pun akan menerapkan aturan lomba lari maupun protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

    Baca jugaIni yang Membuat Sangi Run Night Trail 2021 Berbeda dengan Lomba Lari Lainnya


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    DKI Micro-Lockdown 5 Kecamatan akibat Omicron

    Sejumlah kecamatan di Ibu Kota mengalami lonjakan kasus Omicron sehingga masuk ke zona kuning dan merah. Pemprov memberlakukan micro-lockdown.