Malaysia dan Singapura akan Kembali Buka Akses Jalur Darat 29 November

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Foto kombinasi Woodlands Causeway antara Singapura dan Malaysia, sebelum (atas) dan setelah Malaysia memberlakukan kuncian pada perjalanan wabah coronavirus (COVID-19) 17 Maret (atas) dan 18, 2020. REUTERS / Edgar Su

    Foto kombinasi Woodlands Causeway antara Singapura dan Malaysia, sebelum (atas) dan setelah Malaysia memberlakukan kuncian pada perjalanan wabah coronavirus (COVID-19) 17 Maret (atas) dan 18, 2020. REUTERS / Edgar Su

    TEMPO.CO, Jakarta - Malaysia dan Singapura akan membuka perbatasan wilayahnya untuk pelancong yang sudah divaksinasi lengkap tanpa harus menjalani karantina mulai 29 November 2021. Dua negara di Asia Tenggara itu sebelumnya hampir dua tahun menutup negaranya karena pandemi.

    Para pemimpin dari kedua negara mengatakan perjalanan terbatas akan diizinkan melintasi perbatasan darat dengan rencana secara bertahap untuk pelonggaran pembatasan. Perjalanan udara akan dibuka kembali pada hari yang sama untuk penumpang yang sudah divaksinasi lengkap.

    Pelancong yang melintasi Jembatan Causeway yang menghubungkan pulau Singapura dengan semenanjung Malaysia harus warga negara, penduduk tetap atau pemegang izin jangka panjang. Pada fase pertama, jumlah pelancong yang melintasi perbatasan darat per hari akan dibatasi menjadi 2.880 orang dan diharuskan melakukan perjalanan dengan layanan bus yang ditunjuk, menurut pernyataan terpisah dari pemimpin kedua pemerintah.

    Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong mengatakan pembukaan kembali sebagian perbatasan akan memberikan prioritas kepada pekerja di kedua negara yang belum dapat mengunjungi keluarga mereka sejak penyeberangan darat ditutup pada Maret 2020.

    Ia menambahkan pembukaan kembali perbatasan akan menjadi langkah besar yang menghubungkan kembali rakyat dan ekonomi kedua negara. Penyeberangan perbatasan darat akan semakin dilonggarkan untuk pelancong umum dan moda transportasi lain selain layanan bus.

    Pelancong, kecuali anak-anak berusia dua tahun ke bawah, harus dites Covid-19 negatif dua hari sebelum memasuki Singapura dan diharuskan mendaftar online sebelum membeli tiket bus. Anak-anak berusia 12 tahun ke bawah yang tidak divaksinasi harus didampingi oleh orang tua atau wali yang telah divaksinasi lengkap.

    Lebih dari 95 persen populasi orang dewasa di kedua negara telah divaksinasi lengkap. Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri Yaakob mengatakan ini telah memungkinkan kedua negara untuk membuka kembali perbatasan darat mereka dengan cara bertahap, aman, sistematis dan berkelanjutan. 

    Lebih dari 350.000 orang melintasi Causeway setiap hari sebelum ditutup. Kebanyakan orang Malaysia bekerja di Singapura. Para pejabat memperkirakan bahwa lebih dari 100.000 orang Malaysia berada di Singapura itu setelah perbatasan ditutup.

    ANDINI SABRINA | INDIANA EXPRESS

    Baca juga: Pulihkan Wisata, Malaysia Bersiap Buka Pintu untuk Wisatawan Mancanegara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Seputar Omicron, Varian Baru Covid-19 Asal Afrika Selatan

    Kurang dari tiga minggu, Varian Omicron dari Covid-19 masuk kategori mengkhawatirkan versi WHO. Bagaimana sifat varian asal Afrika Selatan ini?