Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Festival Lumbung Mataraman Yogyakarta, Ketahui Pola Bertani di Masa Sultan Agung

image-gnews
Wakil Gubernur DI Yogyakarta Paku Alam X membuka Festival Lumbung Mataraman Yogyakarta yang diikuti para petani dari lima kabupaten/kota selama dua hari, Rabu-Kamis, 24-25 November 2021. Dok. Pemda DI Yogyakarta
Wakil Gubernur DI Yogyakarta Paku Alam X membuka Festival Lumbung Mataraman Yogyakarta yang diikuti para petani dari lima kabupaten/kota selama dua hari, Rabu-Kamis, 24-25 November 2021. Dok. Pemda DI Yogyakarta
Iklan

TEMPO.CO, Yogyakarta - Wisatawan yang datang ke seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta masih mendapati area persawahan, baik di kota maupun kabupaten. Penataan area persawahan di Yogyakarta yang kini dikombinasikan dengan budidaya ternak ternyata tak lepas dari sejarah.

Wakil Gubernur DI Yogyakarta, Paku Alam X mengatakan, wilayah Kerajaan Mataram, yang kini salah satunya termasuk DI Yogyakarta, pada masa lalu menerapkan konsep pola pertanian Crop Livestock System atau CLS. "Pola pertanian ini mengintegrasikan kegiatan bercocok tanam dengan beternak seperti yang terjadi pada abad ke-17," kata Paku Alam saat membuka Festival Lumbung Mataraman di halaman kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DI Yogyakarta, pada Rabu 24 November 2021.

Paku Alam menjelaslan, Sultan Agung yang memerintah pada 1613-1645 telah menerapkan konsep food estate atau ketahanan pangan. Nilai ini mendorong sistem pertanian berpijak pada pengembangan komoditas lokal, seperti pala kesampar, pala baruwah, pala gumanthung, dan pala kependhem.

Termasuk komoditas padi, dengan melakukan rekayasa dalam intensifikasi tanaman padi. Kerja sama di antara para petani melalui kelompok tani saat itu, menurut Paku Alam, amat kuat, baik, dan tertib dalam pola tanam, penggunaan air irigasi, pengendalian hama dan penyakit, penggunaan peralatan, maupun dalam acara panen.

Wakil Gubernur DI Yogyakarta Paku Alam X membuka Festival Lumbung Mataraman Yogyakarta yang diikuti para petani dari lima kabupaten/kota selama dua hari, Rabu-Kamis, 24-25 November 2021. Dok. Pemda DI Yogyakarta

Pada masa itu, Paku Alam melanjutkan, juga sudah mengenal "dwifungsi" petani. Pertama, peran petani sebagai prajurit kerajaan, dan kedua, peran petani sebagai motor intensifikasi padi. "Festival Lumbung Mataraman ini bertujuan mempromosikan usaha dan produk yang dihasilkan oleh kelompok Lumbung Mataraman dan mengedukasi masyarakat agar memanfaatkan pekarangannya melalui budidaya dan diversifikasi konsumsi pangan," ujarnya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dalam Festival Lumbung Mataraman yang berlangsung sampai Kamis, 25 November 2021, Paku Alam berharap masyarakat memahami filosofi 'nandur opo sing dipangan, mangan opo sing ditandur' atau menanam apa yang bisa dimakan, makan apa yang ditanam. "Lumbung Mataraman menjadi ikon pertanian agar masyarakat memanfaatkan pekarangan," katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DI Yogyakarta, Sugeng Purwanto mentatakan, Festival Lumbung Mataraman merupakan lumbung pangan hidup yang berbasis rumah tangga. "Dalam pengembangannya, kami berharap ini menjadi lumbung desa yang dapat mendukung ketahanan pangan, kemandirian pangan, dan kedaulatan pangan," kata dia.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DI Yogyakarta selama 2017 sampai 2019 telah menumbuhkan Lumbung Mataraman di 36 lokasi yang tersebar di empat kabupaten dan satu kota di DI Yogyakarta. Mulai 2020 dan seterusnya, penumbuhan Lumbung Mataraman dilakukan melalui pemerintah kabupaten/kota. "Selama dua tahun ini terdapat 51 lokasi Lumbung Mataraman," kata dia.

Baca juga:
Yogyakarta Menggelar Promosi Wisata Jogja International Travel Mart

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Bulog Terapkan Skema Komersial untuk Penyerapan Gabah dan Beras dari Petani Solo Raya

10 jam lalu

Pekerja memasukkan gabah ke dalam mesin pengeringan di Sentra Penggilingan Padi atau Modern Rice Milling Plant (MRMP) di Kendal, Jawa Tengah, Kamis 21 Juli 2022. Menurut Direktur Utama Perum BULOG Budi Waseso, pihaknya kini memiiki 10 MRMP, salah satunya di Kendal yang dilengkapi dengan fasilitas seperti pengering yang mampu mengolah gabah dengan kapasitas 120 ton per hari, penggilingan gabah atau 'rice milling unit' (RMU) dengan kapasitas sebesar 6 ton per jam, dan silo sebanyak tiga unit. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Bulog Terapkan Skema Komersial untuk Penyerapan Gabah dan Beras dari Petani Solo Raya

Pemimpin Cabang Bulog Surakarta Andy Nugroho mengemukakan penyerapan gabah atau beras langsung dari petani dilakukan Bulog sejak awal 2024 dengan menerapkan skema komersial.


Kebut Perbaikan Jalan Rusak Jelang Lebaran, Akses Destinasi di Yogyakarta Jadi Prioritas

14 jam lalu

Banner yang menyindir rusaknya Jalan Godean Sleman Yogyakarta. Dok : Istimewa
Kebut Perbaikan Jalan Rusak Jelang Lebaran, Akses Destinasi di Yogyakarta Jadi Prioritas

Sejumlah akses infrastruktur jalan di wilayah Yogyakarta mulai gencar diperbaiki menjelang libur Lebaran ini.


Libur Lebaran, Yogyakarta Siagakan Petugas Monitor Ketat 33 Destinasi Wisata Populer

1 hari lalu

Pantai Parangtritis, Bantul, Yogyakarta. (TEMPO/Pribadi Wicaksono)
Libur Lebaran, Yogyakarta Siagakan Petugas Monitor Ketat 33 Destinasi Wisata Populer

Ada 33 titik destinasi populer di Yogyakarta yang akan diawasi ketat, sebagian besar merupakan wilayah Pantai Selatan.


6 Wisata Religi Yogyakarta yang Bisa Dikunjungi saat Bulan Ramadan

1 hari lalu

Warga berjalan usai melaksanakan salat magrib di Masjid Gedhe Mataram, Kotagede, Yogyakarta, 13 Juni 2016. Masjid tertua di Yogyakarta ini yang dibangun sejak tahun 1587 dan menjadi pusat kegiatan beribadah saat Ramadan. ANTARA/Hendra Nurdiyansyah
6 Wisata Religi Yogyakarta yang Bisa Dikunjungi saat Bulan Ramadan

Yogyakarta memiliki berbagai destinasi wisata, termasuk wisata religi. Berikut rekomendasi wisata religi Yogyakarta yang wajib dikunjungi.


Khawatir Terimbas Cuaca Buruk, Yogya Gelar Sidak Serentak Pantau Stok Pangan Menjelang Lebaran

1 hari lalu

Wisatawan mancanegara menyambangi Pasar Beringharjo Yogyakarta. (Dok. Istimewa)
Khawatir Terimbas Cuaca Buruk, Yogya Gelar Sidak Serentak Pantau Stok Pangan Menjelang Lebaran

Kekhawatiran kurangnya stok pangan pada masa libur Lebaran 2024 sempat muncul akibat kondisi cuaca buruk.


Arus Mudik di Terminal Jatijajar Depok Diprediksi Mulai H-10

1 hari lalu

Petugas BPTJ mengecek fisik bus saat pemeriksaan kelaikan kendaraan (ramp check) di Terminal Jatijajar Tipe A, Depok, Jawa Barat, Jumat 31 Maret 2023. Pemeriksaan kelaikan kendaraan tahap pertama dilakukan oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek  (BPTJ) untuk memastikan laik jalan guna memberi kenyamanan dan keselamatan penumpang saat mudik lebih awal Hari Raya Idul Fitri 1444H. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
Arus Mudik di Terminal Jatijajar Depok Diprediksi Mulai H-10

Dinas Kesehatan Kota Depok memeriksa kesehatan sopir bus di Terminal Jatijajar secara periodik, dan saat arus mudik akan ada posko layanan.


Yogyakarta Waspadai Jalur Rawan Libur Lebaran, Akses Cinomati Terlarang Bagi Wisatawan

1 hari lalu

Sebuah mobil wisatawan tengah dievakuasi petugas pasca mengalami kecelakaan tunggal di jalur Cinomati Bantul Sabtu 9 Desember 2023. Dok.istimewa
Yogyakarta Waspadai Jalur Rawan Libur Lebaran, Akses Cinomati Terlarang Bagi Wisatawan

Jalur Cinomati Yogyakarta dikenal berbahaya karena kontur jalannya sangat curam sehingga banyak mobil tak kuat menanjak.


Ini Destinasi Wisata Menarik Searah Perjalanan Menuju Yogyakarta

2 hari lalu

Pantai Dewa Ruci Jatimalang Purworejo. Dok.  Pemkab Purworejo
Ini Destinasi Wisata Menarik Searah Perjalanan Menuju Yogyakarta

Libur lebaran di Yogyakarta, ada banyak destinasi wisata yang searah kota Pelajar itu


Libur Lebaran, Yogyakarta Genjot Lama Tinggal Wisatawan Naik Lebih Awal

2 hari lalu

Komunitas sepeda di Yogyakarta menggelar event saat masa ramadhan. (Dok.istimewa)
Libur Lebaran, Yogyakarta Genjot Lama Tinggal Wisatawan Naik Lebih Awal

Masa cuti bersama dan libur Lebaran berlangsung selama delapan hari, yaitu dari tanggal 8 hingga 15 April 2024 mendatang.


Posisi Kursi Pesawat yang Lebih Luas untuk Kaki Ini Disertai Tanggung Jawab Besar

3 hari lalu

Ilustrasi Kursi Pesawat atau bangku pesawat (Pixabay)
Posisi Kursi Pesawat yang Lebih Luas untuk Kaki Ini Disertai Tanggung Jawab Besar

Barisan kursi pesawat ini memiliki ruang yang cukup lega untuk kaki tapi menurut pramugari tidak semua orang bisa duduk di situ