Mengenal Jagoan Kopi: Kopi Gangga Lombok dan Kopi Arabika Sembalun

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi kopi (pixabay.com)

    Ilustrasi kopi (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Lombok -Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengunjungi Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk menonton balapan motor World Superbike di Sirkuit Mandalika.

    Selain itu, Ganjar Pranowo menyempatkan menyicipi kopi Lombok dan kuliner khas Lombok lainnya. 

    Kopi menjadi salah satu potensi lokal yang bisa dijadikan andalan daerah. Salah satu daerah yang memanfaatkan kopi untuk memperkuat pariwisata NTB. 

    Pulau Lombok terkenal dengan kopi Lombok yang menjadi salah satu komoditi pariwisata di NTB.  Kopi Lombok memiliki beberapa jenis, yaitu Robusta dan Arabika.

    Gangga Lombok

    Salah satu nama kopi dari Lombok yang sudah mendunia adalah Gangga Lombok. Kopi jenis Robusta ini memiliki cita rasa lebih lembut. Dilansir dari Tempo, kopi jenis ini telah terkenal hingga Korea Selatan dan Irlandia. 

    Ciri khas dari kopi Gangga Lombok ini adalah rasanya yang soft. Kopi ini dinilai memiliki keunikan dan kelebihan tersendiri, yakni empat varian cita rasa. Di antaranya adalah rasa gula merah, coklat, leci, dan karamel. 

    Kopi Arabika Sembalun

    Salah satu kopi yang cukup menarik adalah kopi Arabika Sembalun. Kopi ini memiliki kemasan dengan balutan kertas berwarna emas yang menarik dipandang oleh mata. Label di bagian depan kantong kopi Arabika Sembalun tersebut ditulis “Kopi Sembalun” yang menunjukkan ciri dari kopi tersebut. 

    Walaupun popularitasnya masih kalah dibanding kopi lainnya yang ada di Indonesia, namun cita rasa kopi Sembalun ini tidak kalah enaknya. Cita rasa asamnya yang kuat membuat orang yang mencicipinya langsung ketagihan. 

    Dilansir dari Tempo, kopi Arabika Sembalun sempat ditanam oleh warga pada tahun 1962 melalui program pertanian dan perkebunan sejenis Kredit Usaha Tani (KUT). Namun, pada tahun 1967 para petani tidak sanggup membayarnya, hingga akhirnya mereka memberikan lahan kopinya kepada negara. 

    Kopi Arabika Sembalun itu merupakan varietas Sigaruntangyang ditanam pada 1962. Varietas Sigaruntang itu berasal dari Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Tidak mengherankan kualitas yang dihasilkan oleh kopi Arabika Sembalun itu memiliki kualitas di atas rata-rata. Jadi mana yang jadi kebutuhan untuk menyapa pagi kopi lombok dan kopi lembur. 

    Baca juga: Ganjar Pranowo Nonton World Superbike, Diseling Gowes, Kuliner, dan Sesi Curhat
    RIZQI AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sembilan Hakim MK Terbelah dalam Putusan Uji Materil UU Cipta Kerja

    Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan uji formil UU Cipta Kerja. Ada dissenting opinion.