Ganjar Pranowo Lahap Makan Ayam Taliwang: Mantap Pol, Tak Bersisa

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menikmati ayam taliwang di Rumah Makan Ayam Taliwang H. Moerad di Lombok, NTB, pada Minggu, 21 November 2021. Foto: Taufan Rahmadi

    Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menikmati ayam taliwang di Rumah Makan Ayam Taliwang H. Moerad di Lombok, NTB, pada Minggu, 21 November 2021. Foto: Taufan Rahmadi

    TEMPO.CO, Mataram - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo lahap menyantap hidangan ayam taliwang di Rumah Makan Ayam Taliwang H. Moerad di Jalan Pelikan Mataram, Nusa Tenggara Barat pada Minggu, 21 November 2021. Ganjar berada di NTB untuk menyaksikan ajang balap sepeda motor World Superbike di Sirkuit Mandalika yang berakhir kemarin.

    Pemilik Rumah Makan Ayam Taliwang H. Moerad, Taufan Rahmadi, 47 tahun, menemani Ganjar selama makan. Dia adalah cucu dari H. Ahmad Moerad dan Hj. Salmah Moerad yang menciptakan masakan ayam taliwang yang populer. "Setiap kali ke Lombok, saya selalu menikmati ayam taliwang," kata Ganjar Pranowo.

    Pada Minggu pagi, sekitar pukul 09.00 WITA, Ganjar Pranowo bersama rombongan menghabiskan dua ekor ayam taliwang dengan sambal pelecing, nasi, dan aneka lauk lainnya. "Mantap pol. Tak bersisa," katanya.

    Sajian ayam taliwang komplet di Rumah Makan Ayam Taliwang H. Moerad, Lombok, NTB, yang terhidang untuk Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo pada Minggu, 21 November 2021. Foto: Taufan Rahmadi

    Sembari bersantap, Ganjar Pranowo mendengarkan penjelasan dari Taufan Rahmadi tentang usaha kuliner ayam taliwang yang sudah turun-temurun itu. Menurut Taufan, resep ayam taliwang dari neneknya mulai jadi usaha keluarga sejak 1967. "Niatan awalnya memang bisnis, tetapi yang utama adalah mencari sahabat," ujarnya.

    Ayam yang diolah menjadi ayam taliwang juga tak sembarangan. Hanya ayam pilihan yang berumur tiga bulan yang menjadi bahan baku utamanya. Ada tiga pilihan ayam taliwang di restoran tersebut, yakni ayam goreng, ayam bakar, dan ayam pelecingan yang bercita rasa pedas.

    Proses pembuatan ayam taliwang menggunakan bumbu khas bernama bumbu pelalah. Saat menyajikan, paling pas jika dipasangkan dengan pelecing kangkung dan beberuk atau terong cacah yang dicampur sambal tomat.

    Ganjar Pranowo mengatakan, ayam taliwang merupakan salah satu kuliner favoritnya setiap kali ke NTB. Dengan keberadaan Sirkuit Mandalika, dia berharap pamor ayam taliwang kian terangkat ke dunia internasional dan menjadi kesukaan wisatawan mancanegara.

    Baca juga:
    Wisata Kuliner Ganjar Pranowo di NTB, Penasaran Bumbu Sasak dan Kopi Lombok

    Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sembilan Hakim MK Terbelah dalam Putusan Uji Materil UU Cipta Kerja

    Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan uji formil UU Cipta Kerja. Ada dissenting opinion.