Naik Pesawat Wajib Tes PCR, Sandiaga: Antisipasi Libur Nataru dan Varian Baru

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Calon penumpang mendaftar untuk tes PCR secara drive thru di Terminal 3 Bandara Internasional Sukarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin, 25 Oktober 2021. Tarif RT-PCR dengan hasil 3 jam di Airport Health Center Bandara Soekarno-Hatta ditetapkan Rp 495 ribu. TEMPO/Tony Hartawan

    Calon penumpang mendaftar untuk tes PCR secara drive thru di Terminal 3 Bandara Internasional Sukarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin, 25 Oktober 2021. Tarif RT-PCR dengan hasil 3 jam di Airport Health Center Bandara Soekarno-Hatta ditetapkan Rp 495 ribu. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan tes PCR ditetapkan sebagai syarat untuk penerbangan merupakan upaya meningkatkan keyakinan masyarakat dalam melakukan perjalanan udara. 

    "Karena syarat penerbangan ini sudah tidak lagi dikurangi kapasitasnya, sudah 100 persen penerbangan. Maka diambil keputusan (pemberlakuan swab PCR sebagai syarat terbang) untuk memberikan keyakinan bahwa yang bepergian itu tidak mengidap Covid-19," kata Sandiaga, Senin, 25 Oktober 2021.

    Sejak 24 Oktober, pengguna transportasi udara wajib menyertakan hasil tes PCR selain sertifikat vaksin Covid-19. Tes dengan antigen atau GeNose tidak lagi diakui.

    Aturan baru tersebut dinilai cukup memberatkan oleh para pengguna pesawat dan asosiasi pariwisata. Sebab, saat ini harga tes PCR berkisar Rp 495 ribu.

    Menurut Sandiaga, Presiden Joko Widodo menyampaikan penerapan tes swab PCR merupakan salah satu bagian penerapan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin. "Ini sosialisasinya akan terus kita kencangkan dan pemberlakuan syarat baru (masa berlaku hasil swab PCR) 3x24 jam dan permintaan Bapak Presiden untuk menurunkan harga PCR di bawah Rp 300 ribu," ujarnya.

    Aturan baru itu itu untuk mengantisipasi libur Natal dan Tahun Baru 2022 dan potensi gelombang ketiga Covid-19. "Serta berkaitan munculnya varian-varian baru seperti Delta X dan Sub Delta di beberapa bagian belahan dunia," ujar Sandiaga.

    Sandiaga pun mengimbau agar masyarakat tetap bersabar dan tidak terjebak euforia dengan dibukanya kembali sektor pariwisata di Indonesia. "Kita harus terapkan protokol kesehatan dengan ketat dan disiplin dengan melakukan testing karena ada sekitar 100 lebih kabupaten dan kota yang meningkat kasus-kasus barunya, termasuk pemanfaatan PeduliLindungi ini harus ditingkatkan kepatuhannya," ujarnya.

    Terkait tes PCR tersebut, sejumlah bandara sudah bekerja sama dengan klinik yang terdaftar dan diakui untuk melakukan tes tersebut. Harga tertingginya Rp 495 ribu.

    Baca juga: Tes PCR Jadi Syarat Penerbangan, Begini Penjelasan Pemerintah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sembilan Hakim MK Terbelah dalam Putusan Uji Materil UU Cipta Kerja

    Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan uji formil UU Cipta Kerja. Ada dissenting opinion.