Kamboja Kurangi Masa Karantina untuk Pelancong yang Sudah Vaksin Covid-19

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Wisatawan berfoto saat mengunjungi komplek kuil Ta Prohm di provinsi Siem Reap, Kamboja, 16 Maret 2019. Kuil Ta Prohm dibangun pada masa Jayavarman VII dan didedikasikan untuk ibunya. REUTERS/Samrang Pring

    Wisatawan berfoto saat mengunjungi komplek kuil Ta Prohm di provinsi Siem Reap, Kamboja, 16 Maret 2019. Kuil Ta Prohm dibangun pada masa Jayavarman VII dan didedikasikan untuk ibunya. REUTERS/Samrang Pring

    TEMPO.CO, JakartaPemerintah Kamboja telah memutuskan untuk mengurangi masa karantina bagi pelancong asing yang telah divaksinasi mulai 18 Oktober dan seterusnya. Hal itu juga berlaku bagi warga Kamboja dari luar negeri.

    Investor asing, manajer proyek kerja sama, diplomat serta pejabat Kamboja yang kembali dari misi luar negeri sekarang akan diminta untuk menjalani karantina tiga hari saja. Sedangkan masyarakat umum, baik warga negara asing maupun warga Kamboja, akan diwajibkan menjalani karantina selama tujuh hari.

    Adapun bagi mereka yang belum sepenuhnya divaksinasi atau belum divaksin sama sekali akan diminta untuk menjalani karantina 14 hari penuh. Meski begitu, para pelancong asing tetap akan diminta untuk memberikan sertifikat medis untuk tes Covid-19 negatif yang telah mereka jalani 72 jam sebelum kedatangan mereka di Kamboja dan mereka harus membawa sertifikat yang menunjukkan status vaksinasi dan vaksinasi lengkap mereka.

    Selain itu, pelancong harus menunjukkan bukti akomodasi selama masa karantina dan perlu memegang polis asuransi Covid-19 yang telah dikeluarkan oleh Forte Insurance (Cambodia) Plc, yang merupakan konsorsium asuransi.

    Pemerintah pun menyatakan visa on arrival tidak ditawarkan saat ini. Semua visa harus diminta di kedutaan Kamboja di luar negeri.

    Kebijakan ini dilakukan setelah Kamboja berhasil memberikan setidaknya satu dosis vaksin Covid-19 kepada 84,9 persen dari 16 juta penduduknya, menurut Kementerian Kesehatan. Dari jumlah itu, 78,3 persen telah diinokulasi penuh dengan dua suntikan, sementara 8,5 persen bahkan telah menerima suntikan ketiga atau booster.

    TIMES OF INDIA

    Baca jugaKeindahan Kuil Ta Prohm, Kompleks Angkor Wat Lokasi Tomb Rider Angelina Jolie


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sembilan Hakim MK Terbelah dalam Putusan Uji Materil UU Cipta Kerja

    Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan uji formil UU Cipta Kerja. Ada dissenting opinion.