Libur Natal dan Tahun Baru, Masyarakat Diminta Tetap Waspada dan Patuh Protokol

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Penumpang kereta api Dharmawangsa dari Surabaya tiba di Stasiun Pasar Senen pada puncak arus balik libur Natal dan Tahun Baru, di Jakarta, Ahad, 3 Januari 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Penumpang kereta api Dharmawangsa dari Surabaya tiba di Stasiun Pasar Senen pada puncak arus balik libur Natal dan Tahun Baru, di Jakarta, Ahad, 3 Januari 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Menjelang hari libur Natal dan Tahun Baru 2021, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengimbau masyarakat untuk mewaspadai gelombang ketiga kasus Covid-19. Hari libur nasional seringkali menyebabkan penularan meningkat karena tingginya mobilitas masyarakat.

    "Kami mengimbau agar seluruh masyarakat patuh karena kita masih berjaga-jaga terhadap kemungkinan gelombang ketiga yang terjadi pada Natal dan Tahun Baru yang akan datang, kita harus berhati-hati," kata Luhut, Senin, 18 Oktober 2021.

    Berdasarkan hasil evaluasi mingguan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM, kata Luhut, Presiden Joko Widodo menaruh perhatian pada kegiatan masyarakat yang kerap mengabaikan protokol kesehatan, seperti pernikahan, tempat wisata maupun kegiatan lain yang memicu kerumunan. Pemerintah tak ingin momentum libur itu kembali membuat kasus Covid-19 melonjak.

    Saat ini, menurut Luhut, kasus konfirmasi harian di Indonesia makin rendah. Secara nasional, ada 18 ribu kasus. "Untuk di Jawa Bali 7 ribuan kasus," kata dia.

    Menurut Luhut, jumlah itu telah turun secara drastis bila dibandingkan puncak gelombang kedua Covid-19 yang mencapai 570 ribu kasus aktif pada 15 Juli 2021. Angka kematian juga terus menurun, bahkan mencapai nol kasus.

    "Pada 17 Oktober 2021, DKI Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta dan Bali mencatat nol kematian dan provinsi lain di Jawa Bali hanya mencatat kurang dari lima kematian per hari," kata Luhut.

    Luhut berpesan agar capaian itu terus dijaga dengan kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan dan vaksinasi. "Namun masih perlu diantisipasi mengingat cakupan vaksinasi Jawa Bali baru mencapai 43 persen. Kita ingin cakupan vaksinasi lansia dalam dua bulan ke depan mencapai 70 persen," kata dia.

    Adapun demi meminimalisir penularan Covid-19, pemerintah menggeser dan menghapus sejumlah libur nasional. Cuti bersama hari Natal yang biasa jatuh pada 24 Desember ditiadakan, maka libur Natal hanya pada 25 Desember.

    Baca juga: Pemerintah Tetapkan 16 Hari Libur Nasional pada 2022


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sembilan Hakim MK Terbelah dalam Putusan Uji Materil UU Cipta Kerja

    Mahkamah Konstitusi mengabulkan permohonan uji formil UU Cipta Kerja. Ada dissenting opinion.