Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Desa Wisata di Sleman Yogyakarta Bersolek untuk Bedog Art Festival - Ngayogjazz

image-gnews
Suasana acara tahunan yang mengundang puluhan musis Jazz dari dalam dan luar negeri, Ngayogjazz 2013 di desa wisata Sidoakur, kecamatan Godean, Sleman, Yogyakarta, (16/11). Meski diguyur hujan, penonton tetap antuias menonton ajang ini. TEMPO/Suryo Wibowo.
Suasana acara tahunan yang mengundang puluhan musis Jazz dari dalam dan luar negeri, Ngayogjazz 2013 di desa wisata Sidoakur, kecamatan Godean, Sleman, Yogyakarta, (16/11). Meski diguyur hujan, penonton tetap antuias menonton ajang ini. TEMPO/Suryo Wibowo.
Iklan

TEMPO.CO, Yogyakarta - Sejumlah desa wisata di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mulai bersolek menjelang berbagai agenda pariwisata yang berlangsung sepanjang Oktober dan November 2021. Pada Oktober ini, ada dua acara, yakni Sleman Creative Week dan Bedog Art Festival. Bulan depan ada pertunjukan musik jazz nasional, Ngayogjazz.

"Ada lima desa wisata yang berbenah untuk menyambut agenda pariwisata itu," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Suparmono pada Sabtu, 16 Oktober 2021. Lima desa wisata bersolek itu adalah Desa Wisata Dukuh Pandowoharjo, Kecamatan Sleman; Desa Wisata Plosokuning Bangunkerto dan Dusun Tegal Loegood Girikerto di Kecamatan Turi; Dusun Terwilen Margodadi, Kecamatan Seyegan; dan Dusun Sempu Wedomartani di Kecamatan Ngemplak.

Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis di masing masing desa wisata akan memasang seni instalasi untuk menyambut wisatawan. Suparmon mengatakan, anggaran seni instalasi berasal dari dana keistimewaan DI Yogyakarta yang totalnya sebesar Rp 1,2 miliar.

Kehadiran seni instalasi untuk memberi gairah baru bagi para pelaku usaha pariwisata setelah nihilnya agenda pertunjukan selama pandemi Covid-19 dan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 4. "Seni instalasi juga bertujuan menguatkan destinasi pariwisata di Kabupaten Sleman, baik melalui sub-sektor ekonomi kreatif melalui agenda pariwisata dan mencitrakan keunikan desa wisata sesuai potensi kearifan lokal masing-masing," kata Suparmono.

Agenda wisata sepanjang Oktober dan November 2021, menurut dia, menjadi momentum kebangkitan desa wisata di Kabupaten Sleman, sebagai satu wilayah di Yogyakarta yang paling sering kebanjiran wisawatan. Suparmono menambahkan, setiap wisatawan dan pengelola desa wisata harus disiplin protokol kesehatan untuk keamanan, kenyamanan, dan keselamatan bersama.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan pembenahan dan desa wisata tak boleh berhenti akibat pandemi Covid-19 yang membatasi mobilitas dan mempengaruhi kunjungan wisatawan selama hampir dua tahun terakhir. "Destinasi wisata harus tetap dijaga supaya punya daya tarik, seperti seni instalasi yang menguatkan citra dan ikon khas desa wisata di Sleman," kata dia.

Baca juga:
Klaster Covid-19 Bermunculan, Sultan HB X: Semoga Bukan Karena Wisata Dibuka

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Wayang Jogja Night Carnival 2024 Angkat Kisah Kepahlawanan Gatotkaca

8 jam lalu

Keriuhan perhelatan Wayang Jogja Night Carnival 2023. Dok. Istimewa
Wayang Jogja Night Carnival 2024 Angkat Kisah Kepahlawanan Gatotkaca

Tema Gatotkaca Wirajaya dalam Wayang Jogja Night Carnival merupakan wujud kepahlawanan tokoh wayang Gatotkaca untuk membela kebenaran dan keadilan


Yogyakarta Kian Padat Wisatawan, Ribuan Ojol Dilatih Bantuan Hidup Dasar Tolong Korban Kecelakaan

17 jam lalu

Kendaraan antre memasuki kawasan Jalan Malioboro Yogyakarta, Jumat 12 April 2024. TEMPO/Pribadi Wicaksono
Yogyakarta Kian Padat Wisatawan, Ribuan Ojol Dilatih Bantuan Hidup Dasar Tolong Korban Kecelakaan

Jalanan Yogyakarta kian padat mobilitas wisatawan dan pelajar-mahasiswa. Kepadatan ini meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas.


PKL Malioboro Bakal Direlokasi Lagi, Ini Harapan Terakhir Pedagang

18 jam lalu

Pedagang di Teras Malioboro 2 Yogyakarta menggelar aksi demonstrasi mendesak rencana relokasi ditunda Rabu (17/7). Tempo/Pribadi Wicaksono
PKL Malioboro Bakal Direlokasi Lagi, Ini Harapan Terakhir Pedagang

Saat relokasi pertama dari trotoar ke Teras Malioboro 2, pendapatan pedagang dinilai turun drastis.


Ritual Labuhan Puro Pakualaman Digelar dengan Prosesi Lengkap di Pantai Glagah Kulon Progo

1 hari lalu

Tradisi Labuhan Puro Pakualaman di Pantai Glagah Kulon Progo, Yogyakarta, Rabu, 17 Juli 2024. Dok. Istimewa
Ritual Labuhan Puro Pakualaman Digelar dengan Prosesi Lengkap di Pantai Glagah Kulon Progo

Dalam ritual Labuhan Puro Pakualaman, sejumlah ubarampe atau sejenis sesaji hasil bumi akan diperebutkan dan dilarung ke laut.


Yogyakarta Mulai Susun Indikator Hotel Ramah Anak

1 hari lalu

Ilustrasi Hotel (pixabay.com)
Yogyakarta Mulai Susun Indikator Hotel Ramah Anak

Hotel yang menjamur di Yogyakarta dinilai masih perlu dikuatkan agar memiliki unsur ramah anak seperti yang telah diterapkan di mancanegara.


Pemda Yogyakarta Tutup 4 Tambang Ilegal dan Stop Aktivitas Penambangan di 32 Titik Lainnya

2 hari lalu

Ilustrasi Tambang Ilegal. Dok.TEMPO/Jumadi
Pemda Yogyakarta Tutup 4 Tambang Ilegal dan Stop Aktivitas Penambangan di 32 Titik Lainnya

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) belakangan gencar melakukan penindakan aktivitas penambangan di berbagai kabupaten/kota provinsi itu pasca munculnya aduan masyarakat dan beredar di media sosial.


Profil Iskandar Harjodimulyo Sang Maestro Wayang Uwuh, Olah Limbah Jadi Karya

2 hari lalu

Perajin wayang Uwuh, Iskandar Hardjodimuljo. TEMPO/S. Dian Andryanto
Profil Iskandar Harjodimulyo Sang Maestro Wayang Uwuh, Olah Limbah Jadi Karya

Selain menciptakan wayang uwuh dari limbah, Iskandar Harjodimulyo aktif dalam berbagai kegiatan edukasi lingkungan pengelolaan sampah.


Jogja International Kite Festival 2024 Segera Digelar, Catat Lokasi dan Tanggalnya

3 hari lalu

Festival tahunan layang-layang Jogja International Kite Festival (JIKF) 2023 di Pantai Parangkusumo, Yogyakarta. Dok. Istimewa
Jogja International Kite Festival 2024 Segera Digelar, Catat Lokasi dan Tanggalnya

Jogja International Kite Festival akan diikuti lebih dari 50 klub nasional dan 22 klub dari luar negeri, usung tema Persatuan dan Perdamaian Dunia.


BMKG: Bediding di Yogyakarta Terpengaruh Monsoon Australia dan Akan Berlangsung Hingga Agustus

3 hari lalu

Petugas Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memeriksa alat Actinograph untuk mengukur intensitas radiasi matahari di Taman Alat Cuaca BMKG Jakarta, Rabu, 11 Oktober 2023. BMKG memprediksi musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia akan berlangsung hingga akhir Oktober dan awal musim hujan terjadi pada awal November 2023. Tempo/Tony Hartawan
BMKG: Bediding di Yogyakarta Terpengaruh Monsoon Australia dan Akan Berlangsung Hingga Agustus

Menurut BMKG, suhu dingin atau bediding di Yogyakarta dipengaruhi oleh pergerakan angin Monsoon dingin Australia.


Berburu Bawang Merah Glowing sambil Menunggu Sunset di Perbukitan Bantul

3 hari lalu

Suasana sunset di perbukitan Nawungan Bantul, Yogyakarta. Dok.istimewa
Berburu Bawang Merah Glowing sambil Menunggu Sunset di Perbukitan Bantul

Sebelum menikmati sunset di bukit Nawungan Bantul, wisatawan bisa menjajal keseruan agrowisata di kawasan ini.