Kenali Rempah Khas Nusantara yang Dulu Jadi Incaran Penjajah

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi obat herbal/alami, kayu manis, madu, cengkeh. REUTERS/Susan Lutz

    Ilustrasi obat herbal/alami, kayu manis, madu, cengkeh. REUTERS/Susan Lutz

    TEMPO.CO, Jakarta - Dari zaman penjajahan, Indonesia telah dikenal sebagai negara dengan rempah-rempah yang beragam. Saking melimpahnya, berbagai wilayah dari belahan dunia berambisi untuk menguasai rempah di Indonesia.

    Wajar, katanya pada saat itu harga rempah-rempah di Indonesia dijual dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan emas. Hingga saat ini pun, bumbu dan rempah khas Indonesia banyak yang diekspor ke berbagai negara.

    Berikut adalah daftar rempah khas Indonesia menurut laman Kemenparekraf:

    Lada

    Bumbu satu ini banyak tersebar di area Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Barat dan Timur, juga Sulawesi Tenggara dan Selatan. Biasanya, lada digunakan dalam bahan makanan sebagai penambah rasa pedas dan penghilang bau amis.

    Adapun manfaat lain yakni sebagai bumbu membuat sup dan berbagai tumisan yang dapat memberikan efek hangat pada tubuh

    Cengkeh

    Rempah asli Maluku, yakni cengkeh juga banyak diincar oleh para penjajah dulu. Sebab, saat itu harga cengkeh memiliki kepopuleran dan harga yang mahal.

    Daerah penghasil cengkeh di Indonesia ada di Jawa Timur, Maluku, Sulawesi, Kalimantan Timur hingga Nusa Tenggara Timur. Manfaat yang dapat dihasilkan dari cengkeh adalah untuk menghilangkan bau masakan dan menambah aroma yang lebih sedap.

    Kayu Manis

    Kayu Manis sering digunakan sebagai tambahan rasa pada roti agar terasa manis. Bumbu dapur satu ini akan banyak ditemui di Kabupaten Merangin, Jambi. Selain penambah rasa manis yang alami, kayu manis dapat menurunkan kadar gula dalam darah dan menjauhkan dari penyakit diabetes.

    Vanili

    Berdasarkan data pada 2019, banyak yang tak tahu bahwa Indonesia termasuk ke dalam pengekspor sekaligus penghasil vanili terbaik dan terbesar di dunia setelah Madagaskar dan Perancis. Biasanya vanili digunakan sebagai penambah aroma dan menghilangkan bau lainnya seperti bau amis telur ataupun bau apek terigu.

    Kapulaga

    Kapulaga berfungsi untuk membuat aroma masakan menjadi harum dan kerap digunakan sebagai penghilang bau pada makanan seperti daging-dagingan. Ada berbagai negara telah menjadi tujuan ekspor kapulaga seperti Vietnam, Thailand dan Tiongkok. Biasanya kapulaga yang diekspor berasal dari Sumatera Utara.

    Andaliman

    Bumbu khas satu ini mungkin terdengar asing. Andaliman memiliki rasa yang cukup pedas seperti merica tapi aromanya mirip jeruk dengan versi lebih lembut. Biasanya, andaliman banyak digunakan untuk campuran makanan khas Batak.

    Pala

    Pala biasanya diolah sebagai manisan yang juga banyak ditemukan di toko oleh-oleh dan penyedap rasa masakan. Selain berguna di dapur, pala bermanfaat bagi kesehatan, di antaranya memiliki sifat antibakteri dan mengandung antioksidan. Cara menggunakan rempah ini adalah dengan memarut bijinya ataupun diiris.

    LAURENSIA FAYOLA

    Baca juga: Sederet Makanan Pedas Nusantara: Tempoyak, Plecing Kangkung dkk


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ramai Tagar #PercumaLaporPolisi

    Kepolisian RI tengah dibanjiri kritik dari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, hingga ada tagar #PercumaLaporPolisi.