Destinasi Wisata di Yogyakarta Uji Coba Buka, Polisi Awasi Potensi Kerumunan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan memadati kawasan Malioboro saat penerapan PPKM Level 4 di Yogyakarta, Ahad, 5 September 2021. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    Wisatawan memadati kawasan Malioboro saat penerapan PPKM Level 4 di Yogyakarta, Ahad, 5 September 2021. ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta menurunkan 980 personel dalam sebuah operasi bernama Patuh Progo yang digelar selama dua pekan ke depan mulai 20 September- 4 Oktober 2021. Sasaran khusus dalam operasi ini adalah menjaga kawasan destinasi wisata yang sejak pekan lalu sudah mulai menggelar uji coba pembukaan seiring Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Yogyakarta ke Level 3.

    "Jangan sampai kegiatan wisata atau kegiatan masyarakat malah menambah jumlah kasus positif dan mengubah status PPKM Yogyakarta yang saat ini sudah di Level 3 menjadi Level 4 lagi," ujar Kepala Polda DIY Inspektur Jenderal Asep Suhendar di sela memimpin apel gelar pasukan di halaman Markas Polda DIY, Senin, 20 September 2021.

    Di wilayah DI Yogyakarta, ada sejumlah destinasi mulai uji coba pembukaan sesuai rekomendasi pemerintah pusat. Objek wisata itu diantaranya Kebun Binatang Gembira Loka di Kota Yogyakarta, Tebing Breksi di Kabupaten Sleman, dan Hutan Pinus Asri Mangunan di Kabupaten Bantul. Selain itu, ada objek wisata di wilayah DIY yang dikelola BUMN yang turut beroperasi seperti Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko.

    Polda DIY mencatat dari sejumlah destinasi wisata yang mulai uji coba pembukaan sejak pekan lalu, pemberlakuan sistem ganjil genap sejauh ini efektif mencegah ledakan kunjungan wisata. Dalam tahap uji coba itu, masing masing destinasi hanya menerima 25 persen pengunjung.

    "Kami harapkan masyarakat mampu terus mematuhi ketentuan yang berlaku sehingga ketika jumlah destinasi yang diujicoba nanti bertambah lagi, masyarakat dapat kembali berkunjung secara aman dan nyaman," kata Asep.

    Asep mengatakan operasi yang digelar Polda DIY ini berfokus mendisiplinkan masyarakat tak terkecuali wisatawan dari dalam dan luar Yogya agar patuh terhadap protokol kesehatan sembari mendisiplin masyarakat dalam hal tertib berlalu lintas. "Kegiatan dilaksanakan dengan mengedepankan upaya presuasif," ujarnya.

    Direktur Lalu Lintas Polda DIY Komisaris Besar Iwan Saktiadi mengatakan bahwa operasi ini berkonsep murni seratus persen preventif, preemtif kemudian edukatif dan humanis. "Artinya kegiatan ini fokusnya untuk mengiringi upaya pemerintah dalam mengendalikan Covid-19 terutama dalam pembatasan melalui sistem ganjil genap di daerah wisata," kata dia.

    Jika selama operasi ada penindakan bersifat statik, kata Iwan, artinya tidak ada kegiatan Polri yang melaksanakan razia untuk mendapati masyarakat yang melakukan pelanggaran. Penindakan akan dilakukan bersifat Etle dan penindakan-penindakan atas pelanggaran kasat mata yang bisa membahayakan pengendara lain.

    Menurut Iwan, tindakan yang diberikan kepada masyarakat lewat operasi ini disesuaikan dengan kondisi Covid-19 sekarang. Di mana anggota Polri akan menertibkan masyarakat agar patuh langkah 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilisasi dan interaksi) dan mendukung 3T (testing, tracing, dan treatment).

    Iwan mengatakan sebanyak 980 personil Polda DIY yang diturunkan tersebar di lima polres kabupaten/kota DIY.

    Putro Lelono, General Manager PT Taman Wisata Candi Prambanan mencatat pada uji coba awal akhir pekan lalu, kunjungan wisatawan setiap harinya di bawah 500 orang. Pada Sabtu, 18 September tercatat ada 249 pengunjung yang berhasil lolos aplikasi PeduliLindungi dan masuk Candi Prambanan. Lalu pada Ahad, 19 September ada 394 pengunjung.

    Baca jugaPPKM Level 3, Yogyakarta Tegaskan Belum Buka Akses Pendatang Luar Negeri


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ramai Tagar #PercumaLaporPolisi

    Kepolisian RI tengah dibanjiri kritik dari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, hingga ada tagar #PercumaLaporPolisi.