Permukiman Kumuh dan Hutan Mangrove di Kupang akan Disulap Jadi Ikon Wisata

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hitan magrove. pexels

    Ilustrasi hitan magrove. pexels

    TEMPO.CO, Jakarta - Permukiman kumuh dan hutan mangrove di Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang Nusa Tenggara Timur akan ditata untuk menjadi kawasan wisata kota. Penataan itu dilakukan melalui proyek Kotaku Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

    "Kawasan hutan mangrove dan muara di Oesapa Barat ini akan menjadi ikon pariwisata baru di Kota Kupang dengan dimulainya penataan kawasan permukiman kumuh di daerah itu," kata Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore di Kupang, Ahad, 19 September 2021.

    Pemerintah Kota Kupang sebelumnya telah melakukan peletakan batu pertama dan sosialisasi kegiatan peningkatan kualitas permukiman kumuh dan penataan kawasan wisata Oesapa. Jefri berharap penataan dapat berjalan lancar dan pada akhirnya dapat membuat sektor pariwisata pasca pandemi Covid-19 di daerah ini menggeliat.

    Adapun penataan yang akan dilakukan seperti pembangunan infrastruktur jalan, lampu jalan, drainase dan trotoar serta rumah warga sehingga menjadi kawasan yang lebih menarik.

    Sementara itu, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah NTT Herman Tobo mengatakan pemilihan kawasan Oesapa sebagai kawasan prioritas berkaitan erat dengan konsep penataan ruang Kota Kupang sebagai Water Front City dan pembangunan infrastruktur 4 permukiman untuk menunjang Kawasan Oesapa sebagai Kawasan Strategis Ekonomi dan Pariwisata. Adapun luas kawasan permukiman kumuh di Oesapa Barat yang dilakukan penataan mencapai 16,17 hektare.

    Baca jugaPantai Sayang Heulang Dipercantik untuk Dongkrak Wisatawan ke Kabupaten Garut


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ramai Tagar #PercumaLaporPolisi

    Kepolisian RI tengah dibanjiri kritik dari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, hingga ada tagar #PercumaLaporPolisi.