Setelah Terbakar, Landmark Kota Padang Dibangun Kembali di Puncak Gunung Padang

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Landmark Padang Kota Tercinta. Sumbarprov.go.id

    Landmark Padang Kota Tercinta. Sumbarprov.go.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Landmark dengan tagline “Padang Kota Tercinta” yang terbentang di atas perbukitan dengan latar pantai terbakar pada 30 November 2019 akan kembali dibangun dan ditargetkan selesai pada akhir tahun 2021.

    Papan nama ini dibangun di puncak Gunung Padang pada 5 Juli 2017 oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Padang melalui PT Prindos Jaya sebagai kontraktor pelaksana.

    Terdapat 4 dari 6 huruf pada kata “Padang” yang tertera pada letterblock habis terbakar. Adapun anggaran yang dikeluarkan untuk membangun tagline tersebut bernilai Rp 6.370.071.000 dengan masa pembangunan 180 hari.

    Melansir dari langgam.id, Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Alfian mengatakan tagline ini sedang diproses tender.  Ada keterlambatan pembangunan tersebut karena terkendala dalam proses menunggu tender.

    “Tagline ini sedang diproses tender, tender ini sendiri adalah Bank Nagari. Dan mengenai pembangunan ini sedang diproses oleh tender tersebut. Sampai saat ini, itu informasi yang saya peroleh dari Bank Nagari.” ujar Alfian pada Selasa, 14 September 2021.

    “Jadi kalau sudah ada pemenangnya, akan secepatnya dikerjakan. Nanti saya akan komunikasi lagi sama Bank Nagari mengenai proses pengejaan tersebut,” katanya, dikutip dari teras.id.

    Pembangunan kembali papan nama landmark ini bertujuan menambah daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Padang. “Jadi setelah selesai pembangunan ini, jumlah kunjungan ke Gunung Padang semakin meningkat. Sehingga meningkatkan ekonomi masyarakat sekitarnya,” kata Alfian.

    VALMAI ALZENA KARLA 

    Baca: Cerita Kafe di Padang yang Diresmikan Saat PPKM ingin Ciptakan Lapangan Kerja


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.