Tetap Optimis pada Pariwisata di Masa Pandemi, The Standard Buka Hotel Baru

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Balkon The Standard, Hua Hin, Thailand/The Standard

    Balkon The Standard, Hua Hin, Thailand/The Standard

    CANTIKA.COM, Jakarta - Amar Lalvani, CEO Standard International (perusahaan induk dari The Standard Hotels), menyampaikan optimismenya dalam bisnis perhotelan di tengah tantangan berkelanjutan akibat Covid-19. Salah satu bentuk optimisme yang dilakukannya adalah dengan membuka hotel baru di masa pandemi yang belum juga berakhir ini.

    Pariwisata salah satu sektor yang mendapat dampak buruk akibat Covid-19 ini. Kondisi ini ternyata tetap membuat Amar optimis mengembangkan sayapnya. 

    The Standard, Hua Hin, resor pertama The Standard di Thailand, akan dibuka pada 1 Desember 2021, diikuti oleh The Standard, Bangkok Mahanakho, yang akan dibuka pada 2022. Selain itu The Standard, Ibiza, yang dijadwalkan dibuka pada tahun 2022.

    The Standard Hotel Hua Hin Thailand/The Standard Hotel

    Ketiga properti baru ini akan memulai serangkaian dari 10 proyek tengara tambahan di pasar yang sangat didambakan di seluruh dunia, termasuk: Singapura, Melbourne, Lisbon, Dublin, Brussel dan Las Vegas. “Ini adalah masa krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi industri perhotelan, dan jutaan orang di seluruh dunia yang bekerja di sektor ini," kata Amar dalam keterangan pers Sabtu 11 September 2021.

    "Di tengah tantangan seperti itu, kami sangat bersyukur bahwa kami terus dapat menyenangkan para tamu, melayani komunitas kami, dan menciptakan peluang baru bagi anggota tim kami dengan membangun hotel-hotel terkenal di seluruh dunia," ujarnya.

    The Standard, Hua Hin, hotel pertama The Standard di Thailand, akan dibuka pada 1 Desember 2021. Dengan 178 kamar dan 21 vila yang dilengkapi dengan kolam renang dan akses ke tepi pantai.

    Sebagai lokasi liburan yang popular sejak tahun 1911, Hua Hin yang merupakan sebuah kota pantai kecil dengan air yang jernih muncul sebagai tujuan wisata ketika pembangunan rel kereta api pertama kali menghubungkan Bangkok dengan kawasan Selatan.

    Pada pertengahan 1920-an, itu menjadi tempat peristirahatan liburan yang dipilih bagi kaum bangsawan. Seiring waktu, desa nelayan yang sepi tersebut telah berubah menjadi tujuan pantai yang populer tanpa kehilangan pesona lamanya.

    Amar Lalvani mengatakan Covid-19 sebenarnya mengajarkan dunia perhotelan untuk memberikan layanan kebersihan yang maksimal. Penting pula untuk menetapkan protokol kesehatan penuh untuk meyakinkan para tamu menginap di hotel. "Belajar dari pandemi, kami harus tingkatkan higinitas. Sehingga kami pastikan agar semua bagian dibersihkan setiap hari," katanya.

    Selain itu, karena pandemi ini, ia pun menyiapkan banyak ruang terbuka untuk sirkulasi udara. "Kami juga utamakan untuk siapkan ruang terbuka hijau demi kenyamanan tamu di hotel-hotel baru kami," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ramai Tagar #PercumaLaporPolisi

    Kepolisian RI tengah dibanjiri kritik dari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, hingga ada tagar #PercumaLaporPolisi.