PPKM Level 3 Yogyakarta: Ramai Wisatawan, Gumaton Jadi Sorotan, Satpol PP Kurang

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kawasan Malioboro, Yogyakarta, ramai wisatawan pada akhir pekan pertama PPKM Level 3, Sabtu, 11 September 2021. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    Kawasan Malioboro, Yogyakarta, ramai wisatawan pada akhir pekan pertama PPKM Level 3, Sabtu, 11 September 2021. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Suasana Yogyakarta begitu ramai pada akhir pekan pertama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 3. Di Kota Yogyakarta, para wisatawan menyemut di sejumlah titik sentra oleh-oleh dan kuliner.

    Selama Sabtu dan Minggu, 11-12 September 2021, kawasan Malioboro padat antrean kendaraan pribadi dengan pelat nomor polisi luar Yogyakarta. Sementara sejumlah kantong parkir bus wisata di Kota Yogyakarta masih ditutup. Begitu juga dengan destinasi wisata yang belum boleh beroperasi di masa PPKM Level 3 ini.

    Koordinator Bidang Penegakan Hukum Satgas Covid-19 DI Yogyakarta, Noviar Rahmad mengatakan sebagian besar wisatawan yang masuk ke Yogyakarta bergerak menuju Malioboro. "Mereka datang dengan kendaraan pribadi," kata Noviar kepada Tempo, Ahad 12 September 2021.

    Banyaknya wisatawan yang masuk mengakibatkan ruas jalan di sekitar Malioboro turut padat, bahkan beberapa macet. Para pedagang kaki lima sudah penuh menggelar lapak mereka, baik di sepanjang trotoar jalan utama maupun ruas jalan yang ada.

    Ruas jalan di Malioboro, Yogyakarta, begitu padat di akhir pekan pertama PPKM Level 3, Sabtu, 11 September 2021. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    Noviar yang juga Kepala Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP DI Yogyakarta, menuturkan di masa PPKM Level 3 ini, penerapan sanksi tetap berlaku bagi yang melanggar protokol kesehatan. Namun bentuknya bukan lagi dalam sanksi fisik maupun denda, dan tidak pula penutupan usaha sepertimana PPKM Level 4 lalu. "Sanksinya hanya berlaku jika terjadi kerumunan di PPKM Level 3, yakni langsung dibubarkan," ujar Noviar.

    Selama PPKM Level 3 ini, Noviar melanjutkan, petugas Satpol PP DI Yogyakarta yang bertugas juga berkurang. Dari semula 200 petugas menjadi 100 orang per hari, ditambah Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) sebanyak 328 orang.

    Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta, Agus Winarto menuturkan, lantara destinasi wisata belum boleh beroperasi di masa PPKM Level 3 ini, pengawasan wisatawan fokus pada ruang terbuka. Salah satunya kawasan Gumaton atau kawasan Tugu Jogja, Malioboro, dan Alun-Alun depan Keraton Yogyakarta.

    Hotel-hotel di ruas jalan Malioboro, Yogyakarta, turut padat di akhir pekan pertama PPKM Level 3, Sabtu, 11 September 2021. TEMPO | Pribadi Wicaksono

    "Di kawasan Gumaton ada 70 personil satgas gabungan Satpol PP, TNI, dan kepolisian yang terus berpatroli," kata Agus. Petugas juga menerapkan cara persuasif melalui Jogo Malioboro jika ada wisatawan yang berkerumun dan tak memakai masker.

    Baca juga:
    3 Destinasi Wisata di Yogyakarta Uji Coba Dibuka Pakai Aplikasi PeduliLindungi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.