Pintu Masuk Wisata Bromo Lewat Probolinggo Sudah Dibuka

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger (TNBTS) dan beberapa pendaki mengecek kondisi jalur pendakian Gunung Semeru hingga Ranu Kumbolo pada Jumat, 25 September 2020. TEMPO | Abdi Purmono

    Tim Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger (TNBTS) dan beberapa pendaki mengecek kondisi jalur pendakian Gunung Semeru hingga Ranu Kumbolo pada Jumat, 25 September 2020. TEMPO | Abdi Purmono

    TEMPO.CO, Malang - Setelah membuka membuka tiga lokasi kunjungan lewat pintu masuk Kabupaten Pasuruan mulai 6 September kemarin, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kembali menambah dua lokasi kunjungan melalui pintu Kabupaten Probolinggo mulai Kamis, 9 September 2021. Jadi, total ada lima lokasi kunjungan wisata Bromo yang boleh didatangi wisatawan. 

    Pelaksana Tugas Kepala Balai Besar TNBTS Novita Kusuma Wardani mengatakan pembukaan kembali kegiatan wisata dalam kawasan TNBTS dilakukan secara bertahap dengan mengikuti aturan dan panduan dari Pemerintah Pusat. “Objek dan daya tarik wisata alam di kawasan TNBTS melalui pintu masuk Kabupaten Probolinggo, dibuka dengan kapasitas atau kuota harian maksimal 25 persen,” kata dia dalam keterangan tertulisnya.

    Menurut Novita, peresmian pembukaan pintu masuk Probolinggo diumumkan lewat surat bernomor PG.27/T.8/BIDTEK/BIDTEK.1/KSA/9/2021 tentang Pembukaan Objek Wisata dan Daya Tarik Alam di Kawasan TNBTS Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Probolinggo

    Dalam surat pengumuman disebutkan bahwa pembukaan kegiatan wisata Bromo di masa PPKM dilakukan dengan merujuk pada Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 38 Tahun 2021 Tanggal 30 Agustus 2021, Nomor 39 Tahun 2021 Tanggal 6 September 2021, Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Daerah Kabupaten Pasuruan Nomor: 100/59/COVID-19/VIII/2021 Tanggal 31 Agustus 2021, dan Keputusan Bupati Probolinggo Nomor: 188/547426.32/2021 Tanggal 7 September 2021. 

    Adapun objek dan daya tarik wisata alam di kawasan TNBTS yang dibuka adalah titik pandang atau view point Gunung Penanjakan (222 orang per hari), Bukit Kedaluh (107 orang per hari), Bukit Cinta (31 orang per hari), Mentigen (55 orang per hari), serta Lautan Pasir dan Savana Teletubbies (319 per hari). Jadi, total kuota pengunjung sebanyak 734 orang per hari. 

    Pelaksanaan kegiatan wisata di semua lokasi kunjungan harus disertai penerapan protokol kesehatan secara ketat dan semua pengunjung wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi. 

    Kepala Subbagian Data, Evaluasi Laporan dan Hubungan Masyarakat Balai Besar TNBTS Sarif Hidayat mengatakan kawasan TNBTS mempunyai empat akses masuk. Selain Pasuruan dan Probolinggo, masih ada pintu masuk dari Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang. 

    Pengunjung lewat Lumajang biasanya adalah para pendaki yang ingin mendaki Gunung Semeru dengan melapor di Kantor Resor TNBTS Ranupani. Sedangkan dari wilayah Malang bisa langsung Savana Teletubbies dan Lautan Pasir Bromo, bisa juga langsung ke Ranupani jika ingin mendaki Gunung Semeru. 

    Kawasan wisata Gunung Bromo dan Gunung Semeru beberapa kali ditutup, baik karena bencana kebakaran maupun jadwal rutin pemulihan ekosistem. Namun, di masa pandemi Covid-19, kawasan TNBTS paling sering ditutup dan penutupannya mengikuti peraturan yang dibuat Pemerintah Pusat. 

    Penutupan terakhir dilakukan pada 3 Juli 2021 saat PPKM Darurat diterapkan. Sedangkan pembukaan akses Pasuruan (6 September) dan Probolinggo (9 September) disesuaikan dengan status level PPKM di masing-masing wilayah. 

    Sedangkan total jumlah pengunjung Bromo yang sudah pesan tiket kunjungan secara online hingga Kamis, 9 September 2021, pukul 19.15 WIB, sebanyak 749 orang. Dari jumlah ini, hanya ada satu orang wisatawan mancanegara yang mendaftar dan selebihnya wisatawan domestik.

    Baca jugaMau Wisata ke Bromo Saat PPKM? Simak Dulu 12 Aturan Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.