Penggunaan Aplikasi PeduliLindungi akan Diujicoba di 20 Tempat Wisata

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tampilan awal aplikasi PeduliLindungi yang diinisiasi pemerintah sebagai upaya untuk menghentikan penyebaran virus corona COVID-19. (ANTARA/Arindra Meodia)

    Tampilan awal aplikasi PeduliLindungi yang diinisiasi pemerintah sebagai upaya untuk menghentikan penyebaran virus corona COVID-19. (ANTARA/Arindra Meodia)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan menjalankan uji coba penerapan protokol kesehatan dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk tempat wisata. Ada 20 tempat wisata di sejumlah kota yang menjadi lokasi uji coba.

    "Upaya ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Menteri Dalam Negeri mengenai pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat PPKM level 4, level 3, dan level 2 di wilayah Jawa dan Bali dimana akan dilakukan uji coba pembukaan secara gradual untuk tempat wisata dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi," kata Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf Fadjar Hutomo saat membuka kegiatan rapat sosialisasi dan persiapan, Rabu, 8 September 2021.

    Uji coba penggunaan aplikasi itu akan dilakukan di DKI Jakarta, Jawa Barat, Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang telah memenuhi kriteria tertentu dan ditetapkan bersama Kemenparekraf, Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi dan Asosiasi. Menurut Fadjar, uji coba diawali secara bertahap dengan diawali pembukaan mal, kemudian diperluas di non mal, hotel, restoran dan kafe di luar mal.

    "Salah satu syarat wajib dari uji coba protokol kesehatan ini adalah penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Aplikasi ini bukan tiket masuk, tetapi sebagai screening awal," kata Fadjar.

    Melalui uji coba itu, Fadjar berharap pengelola destinasi wisata yang ditunjuk dapat memahami hal-hal teknis yang harus dipersiapkan, mulai dari bagaimana mendapatkan QR Code untuk dapat dipindai pengunjung serta penerapan protokol kesehatan yang ketat. "Agar kehadiran wisatawan di tempat-tempat itu bisa termonitor dan teranalisis dengan baik sehingga ketika ada potensi (penularan dan kerumunan) bisa dicegah sedini mungkin," ujarnya.

    Sekretaris Jenderal DPP Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI), Jaya Purnawijaya mengatakan pihaknya menyambut baik dan mendukung penuh rencana pemerintah dalam melakukan uji coba penerapan protokol kesehatan dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk tempat wisata. "Kami siap mempersiapkan dan menjalankan protokol kesehatan dan berbagai hal yang diperlukan dalam penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Kami juga berharap bahwa vaksinasi bagi pelaku pariwisata di daerah juga terus diakselerasi," kata dia.

    Baca jugaKetahui Makna Kode Warna dalam Aplikasi PeduliLindungi Sebelum Bepergian


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.