10 Tujuan Wisata Terbaik di Dunia untuk Para Pecinta Astronomi

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan langit saat puncak hujan meteor Perseid, di kawasan wisata Cornieule of Tomeley, Swiss, Sabtu, 11 Agustus 2018. Dinamakan Perseid karena titik radian hujan meteor ini seolah-olah berasal dari arah rasi bintang Perseus. REUTERS/Denis Balibouse.

    Pemandangan langit saat puncak hujan meteor Perseid, di kawasan wisata Cornieule of Tomeley, Swiss, Sabtu, 11 Agustus 2018. Dinamakan Perseid karena titik radian hujan meteor ini seolah-olah berasal dari arah rasi bintang Perseus. REUTERS/Denis Balibouse.

    TEMPO.CO, Jakarta - Keindahan alam tentu menjadi ketertarikan tersendiri bagi para wisatawan. Melewati perjalanan yang begitu panjang dan melelahkan tentu akan terbayar jika melihat indahnya langit. Apalagi jika ditambah dengan adanya bintang jatuh, langit yang diselimuti berbagai rasi bintang, penampilan dari Auroraatau fenomena astronomi lain, maka rasa lelah akan segera hilang.

    Pengalaman untuk bisa melihat benda-benda langit tersebut tak semua orang bisa miliki. Tetapi, kamu bisa menjadi salah satu yang berpengalaman jika mengunjungi 10 tempat di seluruh dunia ini.

    Gurun Atacama, Cili

    Gurun Atacama di Cili bagian utara ini merupakan tempat yang sangat kering. Di sana, hujan sangat jarang terjadi dan membuat makhluk hidup seperti hewan dan tumbuhan sulit untuk bisa hidup. Tetapi siapa sangka, di lahannya yang tandus ini ternyata memiliki keindahan langit yang memukau dengan jarak pandang sempurna antara bumi dengan langit sehingga membuat kita dapat melihat bintang-bintang dengan jelas.

    Terlebih, jumlah awan yang sedikit dan polusi cahaya yang mendekati angka nol menjadikan banyak turis yang memasukan Gurun Atacama sebagai tempat yang ingin dikunjungi. Banyak pula penjual lokal yang akhirnya mengadakan tur dan hotel untuk bisa melihat bintang disini.

    Monumen Nasional Jembatan Alam, Utah, Amerika Serikat

    International Dark-Sky Association merupakan organisasi terkemuka yang menghindari adanya polusi cahaya di dunia. Kegelapan dinilai sebagai sumber daya yang layak untuk dilindungi. Monumen Nasional Jembatan Alam di Utah, Amerika Serikat menjadi tempat pertama yang diberikan sertifikat oleh International Dark-Sky Association.

    Hal yang paling menarik dari tempat ini adalah adanya fenomena seperti “sungai cahaya” yang terbentuk dengan sendirinya oleh Bima Sakti, yang dapat orang lihat ketika menaiki jembatan Owachomo. Jembatan ini dibuat dengan membentuk seperti jendela ke luar langit malam seolah-olah orang dapat melihat jendela dengan pemandangan bintang yang begitu indah. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa cahaya atau flash pada kamera dilarang disini.

    Taman Nasional Iriomote-Ishigaki, Jepang

    Taman Nasional Iriomote-Ishigaki yang terletak di Okinawa, Jepang merupakan tempat kedua di Asia yang menerima sertifikat dari International Dark Sky Association. Taman yang berada di Kepulauan Yaeyama ini mampu memberikan 84 hingga 88 rasi bintang yang dapat dilihat orang dan telah diakui oleh International Astronomical Union. Tetapi, tentu semuanya tergantung dengan musim yang sedang berlangsung dan juga kondisi cuaca saat itu.

    Taman Nasional Kruger, Afrika Selatan

    Cagar alam terbesar di Afrika Selatan ini menarik minat wisatawan cukup tinggi. Tak hanya dapat melihat hewan terkenalnya, tetapi karena lokasinya yang terpencil membuat orang yang datang memiliki kesempatan untuk melihat langit malam dengan sempurna. Sedikitnya polusi cahaya, ditambah lagi medan yang pas dengan adanya semak-semak bisa dijadikan tempat untuk melatih penggunaan teropong.

    Mauna Kea, Hawaii, Amerika Serikat

    Hawaii tak hanya menjadi destinasi pilihan ketika orang ingin berlibur ke daerah pantai, tetapi sekarang Hawaii telah berkembang menjadi salah satu tujuan astronomi di dunia. Puncak Mauna Kea di Big Island bisa dijadikan sebagai tempat terbaik untuk melihat bintang dengan jelas.

    Apalagi, dikarenakan posisi puncak Mauna Kea ini dekat dengan khatulistiwa maka ia mampu menyediakan 85 persen dari semua bintang yang dapat terlihat dari bumi. Di dekat puncak Mauna Kea pula terdapat observatorium terbesar di dunia dengan tiga belas teleskop terbesar dan juga terkuat di dunia.

    Pic du Midi, Prancis

    Pic du Midi berlokasi di pegunungan French Pyrénées juga bisa menjadi destinasi astronomi yang cocok. Cukup dengan menaiki kereta gantung di La Mongie ke puncak dimana sebuah observatorium puncak gunung berada. Di cagar alam yang mencakup Situs Warisan Dunia UNESCO ini, orang dapat menyewa penginapan untuk bisa tidur di bawah bintang-bintang.

    Kiruna, Swedia

    Kiruna merupakan tempat terpencil yang dijadikan sebagai pusat antariksa sipil terbesar di Eropa. Jika ada wisatawan yang ingin melihat pemandangan langit memesona di malam hari, Lapland, Swedia bisa menjadi destinasi pilihan utama. Tak hanya bentangan langit yang penuh dengan rasi bintang, tetapi jika sedang beruntung, wisatawan dapat melihat aurora borealis yang berwarna-warni atau yang dikenal sebagai cahaya utara.

    Tak hanya itu, dengan menaiki bus ke daerah Abisko dan menaiki kereta gantung ke Aurora Sky bisa menjadi pengalaman melihat langit utara terbaik. Dan tentu saja dengan tambahan menginap di Ice Hotel yang terkenal di desa Jukkasjärvi.

    New Mexico True Dark Skies Trail, Amerika Serikat

    Dengan adanya dataran tinggi dan juga rendahnya tingkat penduduk, iklim kering, dan juga langit yang bersih menjadikan lokasi ini sebagai Taman Langit Gelap Tingkat Emas dan Perak. Wisatawan bisa berharap untuk melihat pemandangan luar biasa dari Bima Sakti, Venus maupun Merkurius dengan rasi bintang yang sangat dikenal oleh banyak orang seperti Gemini, Orion, dan juga Taurus. Wisatawan juga bisa mencari pengalaman tersebut di banyak tempat seperti Monumen Nasional Gunung Berapi Capulin, Taman Negara Bagian Danau Clayton, dan masih banyak lagi.

    La Fortuna, Kosta Rika

    Hutan tropis yang dekat dengan khatulistiwa biasanya jarang memiliki langit dengan bintang yang indah. Tetapi, di Kosta Rika, hal ini jadi sangat memungkinkan bagi orang yang ingin melihat rasi bintang utara dan juga selatan secara bersamaan. Wisatawan yang datang di musim kemarau pada bulan Desember hingga April memiliki kesempatan terbaik untuk bisa melihat bintang-bintang ini secara lebih jelas.

    Los Angeles, California, Amerika Serikat

    Los Angeles yang terkenal dengan dunia hiburannya ternyata bisa menjadi tempat yang ideal untuk melihat pemandangan langit terbaik. Dengan kehadiran Observatorium Griffith yang sangat ikonik dengan berada di puncak Gunung Hollywood ini menjadikan tempat yang sangat cocok untuk wisatawan yang tertarik dengan dunia astronomi.

    Tentunya, apa yang dapat dilihat dari sini tergantung dengan tahun dan juga waktunya karena bisa jadi orang hanya dapat melihat sebagian dari Jupiter, Venus, atau berbagai bintang lainnya lewat teleskop canggih yang menjadi fasilitas disini. Jika ada wisatawan pecinta astronomi yang hendak pergi ke tempat yang gelap, maka Taman Nasional Joshua Tree didekatnya bisa menjadi pilihan karena telah bersertifikat sebagai Dark Sky Places.

    LAURENSIA FAYOLA | TRAVEL AND LEISURE

    Baca juga: Cina Punya Planetarium Terbesar di Dunia, Buka 17 Juli


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.