Pelancong Amerika yang Sudah Vaksin Bisa Masuk Inggris, tapi Tidak Sebaliknya

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang-orang, beberapa mengenakan masker, berjalan di atas Jembatan Westminster, di tengah pandemi penyakit virus corona (COVID-19), di London, Inggris, 4 Juli 2021.[REUTERS/Henry Nicholls]

    Orang-orang, beberapa mengenakan masker, berjalan di atas Jembatan Westminster, di tengah pandemi penyakit virus corona (COVID-19), di London, Inggris, 4 Juli 2021.[REUTERS/Henry Nicholls]

    TEMPO.CO, JakartaPelancong Amerika Serikat yang divaksinasi penuh tidak lagi harus dikarantina saat bepergian ke Inggris mulai 2 Agustus, . Pemerintah Inggris mengumumkan bahwa mereka membebaskan karantina bagi pelancong yang berasal dari 'negara kuning', termasuk Amerika Serikat, asal sudah divaksin dengan vaksin Covid-19 yang disetujui di Amerika Serikat atau Eropa.

    Meski begitu, wisatawan masih harus menjalani tes dalam waktu tiga hari setelah bepergian di Inggris, memesan terlebih dahulu tes PCR Covid-19 untuk dilakukan pada atau sebelum hari kedua masa inap mereka dan mengisi formulir pencarian lokasi.

    Selain persyaratan pengujian, mereka yang divaksinasi di Amerika Serikat harus menunjukkan bukti domisili. "Kami telah mengambil langkah besar dalam perjalanan kami untuk membuka kembali perjalanan internasional dan hari ini merupakan langkah maju yang penting," kata Menteri Transportasi Grant Shapps dalam sebuah pernyataan.

    Namun Shapps mengatakan mereka akan tetap mengacu pada data ilmiah dana menjalankan kebijakan itu. "Kami tentu saja akan terus dipandu oleh data ilmiah terbaru, tetapi berkat program vaksinasi domestik terkemuka di dunia, kami dapat melihat ke masa depan dan mulai membangun kembali rute transatlantik utama dengan AS sambil semakin mempererat hubungan dengan tetangga Eropa," ujarnya.

    Pengecualian untuk aturan baru ini adalah pelancong yang datang dari Prancis, yang masih harus dikarantina, terlepas dari status vaksinasi mereka.

    Sementara Inggris mungkin bersiap untuk membuka perbatasannya bagi pelancong AS, Amerika tidak siap untuk melakukan hal yang sama. Saat ini, AS membatasi perjalanan yang tidak penting untuk warga negara non-AS dari beberapa negara di seluruh dunia, termasuk Inggris.

    Pemerintahan Joe Biden mengatakan belum ada rencana untuk mencabut pembatasan itu menyusul penyebaran varian delta. Selain itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dan Departemen Luar Negeri memperingatkan orang Amerika untuk tidak melakukan perjalanan ke Inggris awal bulan ini.

    Keputusan Inggris untuk melonggarkan aturan perbatasan diumumkan setelah lebih dari seminggu negara itu merayakan "Hari Kebebasan". Inggris menghilangkan pembatasan kapasitas dan persyaratan penggunaan masker.

    Di Inggris, 88,2 persen orang dewasa berusia 18 tahun ke atas telah menerima setidaknya satu dosis vaksin Covid-19 dan 70,8 persen telah menerima dua dosis, menurut pemerintah. Selain mencabut pembatasan perbatasan, Inggris mengatakan kapal pesiar internasional dapat melanjutkan pelayaran dari negara tersebut. Keputusan tersebut mengikuti dimulainya kembali pelayaran khusus domestik, termasuk di Viking Cruises.

    TRAVEL AND LEISURE

    Baca jugaPelancong yang Belum Vaksin Covid-19 Dilarang Masuk Negara-negara Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.