Olimpiade Tokyo 2020, Simak 5 Fakta Menarik tentang Tokyo

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana stadion jelang pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 di Stadion Nasional Jepang,Tokyo, Jepang, Jumat 23 Juli 2021. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Suasana stadion jelang pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 di Stadion Nasional Jepang,Tokyo, Jepang, Jumat 23 Juli 2021. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Tokyo memiliki sejarah panjang dengan perhelatan olahraga internasional Olimpiade. Pada 1940, Olimpiade yang mestinya dihelat di Jepang batal karena Perang Dunia II. Lalu 40 tahun setelahnya, terjadi pemboikotan Olimpiade yang berlangsung di Moskow.

    Kali ini, Olimpiade Tokyo 2020 diwarnai dengan pandemi Covid-19 yang melanda dunia. Banyak orang menyebut inilah kutukan Olimpiade yang terjadi setiap 40 tahun. Dan dua kali Jepang mengalaminya. Pada 1964, Tokyo juga menjadi tuan rumah Olimpiade.

    Saat itu, pemerintah Jepang meminta kelonggaran untuk memundurkan pelaksanaan Olimpiade dari jadwal semula pada Juli sampai Agustus menjadi Oktober. Musababnya, Juli dan Agustus masuk periode musim panas dan udara begitu lembap.

    Tokyo juga merupakan kota pertama di Asia yang menjadi tuan rumah Olimpiade dan Paralimpiade. Sekarang, mari kita simak beberapa fakta unik tentang Tokyo dan Olimpiade:

    1. Stadion Nasional Jepang
      Semula, adalah Zara Hadid, seorang arsitek blasteran Inggris - Irak yang membuat desain Stadion Nasional Jepang. Namun pemerintah akhirnya memilih desain arsitek Kengo Kuma yang dianggap lebih irit. Stadion Nasional Jepang memiliki luas lebih dari 200 meter persegi dan biaya pembangunannya mencapai 157 miliar Yen.

      Kengo Kuma membuat stadion ini lekat dengan unsur kayu di bagian luar dan dalam. Kayu-kayu tersebut berasal dari 47 prefektur di Jepang. Kengo Kuma menganalogikan struktur stadion seperti pohon. Dia memaksimalkan unsur sirkulasi udara supaya tidak boros menggunakan penyejuk udara.

    2. Medali dari logam sampah gadget
      Sebanyak 5.000 medali Olimpiade Tokyo terbuat dari logam mulia yang diekstraksi dari perangkat elektronik bekas. Jauh sebelum Olimpiade ini berlangsung, pemerintah Jepang meminta masyarakat mendonasikan barang-barang elektronik bekas, seperti ponsel sebagai bahan pembuatan medali Olimpiade dan Paralimpiade.

      Pengumpulan sampah gadget ini berlangsung selama dua tahun, yakni mulai April 2017 sampai Maret 2019. Hasilnya, 78.985 ton sampah gadget terkumpul dan jadilah medali-medali kebanggaan para atlet dan negara masing-masing.

    3. Maskot Olimpiade Tokyo
      Ada dua maskot Olimpiade Tokyo 2020, yakni Miraitowa dan Someity. Dua maskot ini ternyata dipilih oleh 16.769 siswa sekolah dasar di Jepang. Miraitowa berwarna biru dengan desain klasik Jepang. Sementara maskot Paralimpiade Someity berwarna pink yang sama seperti bunga sakura, kembang khas Jepang.

    4. Stasiun yang sibuk
      Stasiun Shinjuku adalah stasiun kereta tersibuk di dunia. Stasiun kereta yang terletak di distrik Shinjuku ini melayani 3,5 juta penumpang setiap hari. Kota Tokyo juga menjadi persimpangan lalu lintas orang dari berbagai tempat di Jepang.

    5. Menara Tokyo
      Menara Tokyo menjadi ciri khas kota ini. Bentuknya seperti Menara Eiffel di Paris, Prancis. Tinggi Menara Tokyo 333 meter dan dibuka pada dibuka pada 1958. Kemudian pada 2010 ada lagi menara tertinggi di Tokyo, yakni Tokyo setinggi 634 meter.

    NATHASYA ESTRELLA | PEOPLE | TIMEOUT

    Baca juga:
    Paus Fransiskus: Persahabatan Jadi Medali yang Paling Utama dalam Olimpiade


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.